Dua Tewas Setelah Kecelakaan Pesawat Kargo di Bandara Hong Kong
Dua orang tewas menyusul kecelakaan pesawat kargo di Bandara Internasional Hong Kong pada 20 Oktober 2025, sekitar pukul 03.50 waktu setempat.
Baca juga: Adrian Wibowo, Pemain Pertama Campuran AS-Indonesia di MLS
Pesawat Boeing 747F milik maskapai Turki AirACT itu tergelincir dari landasan pacu dan jatuh ke laut.
Otoritas Bandara Hong Kong (AAHK) melaporkan bahwa pesawat tersebut melaju melewati ujung landasan pacu utara sebelum tenggelam sebagian di perairan sekitar bandara.
Operasi penyelamatan segera dikerahkan, dan empat awak serta satu staf darat berhasil diselamatkan, namun satu orang masih hilang.
Polisi Hong Kong mengonfirmasi bahwa dua korban tewas adalah petugas keamanan bandara yang sedang berpatroli di luar area landasan.
Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool
Pesawat kargo yang terlibat adalah Boeing 747F, terdaftar di bawah AirACT, maskapai dari Turki yang memiliki reputasi dalam penerbangan kargo.
Pihak Emirates menyatakan bahwa semua awak pesawat dipastikan selamat dan tidak ada muatan kargo saat kejadian.
Akibat insiden ini, enam penerbangan mengalami penundaan, yang berlangsung antara 5 hingga 15 menit, menurut Departemen Penerbangan Sipil Hong Kong.
Biro Transportasi dan Logistik Hong Kong menyatakan duka cita yang mendalam atas korban tewas, menekankan pentingnya keselamatan penerbangan.
Man Ka-chai, Kepala Penyelidik Kecelakaan, menyampaikan bahwa penyelidikan akan mencakup berbagai aspek operasional pesawat dan kondisi cuaca saat insiden.
Kepala Pengatur Lalu Lintas Udara, Wesley Yung, menambahkan bahwa upaya komunikasi dengan pilot gagal dilakukan ketika pesawat menyimpang ke kiri di tengah landasan.
Baca juga: Yaqut Cholil Qoumas Diperiksa KPK Selama Hampir 7 Jam Terkait Kasus Korupsi Kuota Haji 2024
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: