BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Senin, 20 OKTOBER 2025 • 14:55 WIB

Serangan Udara Israel di Gaza di Tengah Gencatan Senjata

Serangan Udara Israel di Gaza di Tengah Gencatan SenjataSerangan Udara Israel di Gaza di Tengah Gencatan Senjata

Militer Israel meluncurkan serangan udara di Rafah, Gaza, pada hari Minggu (19/10), meskipun gencatan senjata yang diprakarsai oleh Amerika Serikat masih berlaku.

Baca juga: Kasus Brimob Melindas Pengemudi Ojek Online: Menuju Jalur Pidana

Media Israel melaporkan bahwa serangan ini terkait dengan tuduhan pelanggaran gencatan senjata oleh pihak Hamas.

Detail Serangan dan Penyebabnya

Menurut laporan dari AFP, militer Israel menargetkan wilayah Rafah, yang terletak di selatan Gaza. Serangan ini muncul setelah informasi dari Kan, meskipun hingga saat ini belum ada pernyataan resmi dari pihak militer Israel atau Hamas terkait insiden ini.

Pihak Israel terus menekankan bahwa serangan ini merupakan respons terhadap klaim pelanggaran gencatan senjata oleh Hamas, dengan tuduhan bahwa 'beberapa teroris' telah melepaskan tembakan ke arah tentara Israel di Rafah. Meskipun demikian, tidak ada laporan mengenai korban jiwa dalam insiden tersebut.

Baca juga: Sidang Kode Etik Polri Terkait Kematian Pengemudi Ojek Online

Pernyataan Resmi dan Dinamika Konflik

Pada hari yang sama, militer Israel juga mengumumkan serangan terhadap kelompok 'teroris' lain yang berada dekat dengan pasukan di Khan Younis. Israel menyatakan komitmennya untuk terus mengatasi ancaman yang dianggap mendesak.

Ketegangan antara pemerintah Israel dan Hamas semakin meningkat dalam beberapa hari terakhir, dengan masing-masing pihak saling menuduh melanggar gencatan senjata. Pemerintah Israel juga mengumumkan bahwa perlintasan perbatasan Rafah antara Gaza dan Mesir akan tetap ditutup hingga pemberitahuan lebih lanjut.

Isu Sandera dan Negosiasi Terkait Penyerahan Jenazah

Perselisihan antara Israel dan Hamas juga berfokus pada masalah pemulangan jenazah sandera, di mana Israel menuntut Hamas untuk menyerahkan 28 jenazah yang masih tersisa. Hingga saat ini, Hamas baru bisa memulangkan 20 sandera yang masih hidup dan 12 sandera yang telah meninggal.

Hamas sendiri mengklaim bahwa pemulangan jenazah yang terkubur di bawah reruntuhan memerlukan upaya dan peralatan khusus, hal ini menambah kompleksitas situasi dan ketegangan di antara kedua pihak.

Baca juga: Penyelidikan Penjarahan di Rumah Eko Patrio: Polisi Komitmen Ungkap Pelaku

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Serangan Udara Israel di Gaza di Tengah Gencatan Senjata

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!