Penutupan Pendakian Gunung Gede Pangrango untuk Lindungi Ekosistem
Pendakian Gunung Gede Pangrango akan ditutup sementara mulai 13 Oktober 2025 akibat masalah sampah yang ditinggalkan oleh pendaki. Kebijakan ini diambil untuk melindungi ekosistem hutan di kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango.
Baca juga: Djokovic Melaju ke Semifinal US Open 2025, Siap Tantang Alcaraz
Surat Edaran nomor PG.06/T.2/TU/B/10/2025 mengindikasikan bahwa tingginya antusiasme pendaki menimbulkan tantangan serius terkait pengelolaan sampah yang terus menjadi perhatian publik.
Penutupan pendakian Gunung Gede Pangrango adalah langkah awal untuk menangani meningkatnya jumlah sampah yang dihasilkan oleh para pendaki. Agus Deni, Humas Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, menjelaskan bahwa keputusan ini diambil demi menjaga kenyamanan dan kelestarian ekosistem di lokasi tersebut.
Menurut Agus, surat edaran ini merujuk pada memorandum Direktur Jenderal KSDAE yang menekankan perlunya perhatian terhadap pengelolaan pendakian. 'Ini menunjukkan keseriusan pengelola dalam menangani persoalan lingkungan dan memperbaiki pengalaman wisatawan di kawasan ini', tambahnya.
Baca juga: Status Izin Penjualan iPhone 17 di Indonesia: Kemenperin Belum Menerima Pengajuan
Selama periode penutupan yang dimulai pada 13 Oktober 2025 hingga batas waktu yang belum ditentukan, pihak Balai Besar TNGGP akan melaksanakan kegiatan bersih-bersih. Kegiatan ini akan melibatkan petugas TNGGP, TNI, Polri, serta relawan dan mahasiswa dalam upaya meningkatkan kebersihan jalur pendakian.
Agus Deni juga menyebutkan bahwa total terdapat 44 orang yang akan terlibat dalam proses pembersihan. Mereka akan membersihkan jalur pendakian hingga kawasan Alun-alun Suryakencana dengan harapan dapat mengurangi jumlah sampah yang tersisa.
Bagi calon pendaki yang telah melakukan pendaftaran dan pelunasan biaya melalui sistem booking online, pihak Balai Besar TNGGP akan memberikan informasi lebih lanjut melalui email yang terdaftar. Informasi ini berkaitan dengan mekanisme refund atau perubahan jadwal pendakian.
Sikap ini diambil untuk memastikan bahwa pendaki yang terkena dampak penutupan bisa mendapatkan kejelasan dan solusi terbaik mengenai pemesanan mereka.
Baca juga: Presiden Prabowo Berikan Penghargaan bagi Polisi Terluka dalam Aksi Demonstrasi
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: