Polisi Ungkap Kasus Penyekapan di Pondok Aren, Mobil Dinas Pakai Pelat Palsu
Polda Metro Jaya mengonfirmasi bahwa mobil dinas yang ditemukan di lokasi penyekapan di Pondok Aren, Tangerang Selatan, ternyata menggunakan pelat nomor palsu.
Baca juga: ASN DKI Jakarta Kembali Bekerja di Kantor, WFH Dicatat
Dalam perkembangan terbaru, pihak kepolisian juga telah menangkap sembilan tersangka terkait kasus ini dan sedang mendalami lebih lanjut dugaan penganiayaan terhadap korban.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Brigjen Pol Ade Ary Syam Indradi menyatakan bahwa pelat mobil dinas yang terparkir saat kejadian tidak valid. "Baik, berdasarkan info dari penyidik, maka pelat nomor yang ditemukan itu adalah palsu," ujar Ade Ary di Polda Metro Jaya.
Kini, pihak kepolisian tengah menyelidiki lebih lanjut mengenai kepemilikan seragam Polri yang juga ditemukan di lokasi penyekapan. Selain itu, penyidik juga menyita airsoftgun yang diduga digunakan oleh pelaku penyekapan.
Sebanyak sembilan orang telah ditangkap terkait dengan kasus ini, di antaranya adalah delapan laki-laki dan satu perempuan. Identitas pelaku yang ditangkap meliputi MAM (41), NN (52), VS (33), HJE (25), S (35), APN (25), Z (34), I, dan MA (39).
Baca juga: Penangkapan ‘Profesor R’ Terkait Aksi Demo Ricuh di Jakarta
Penyidik Subdit Resmob Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya kini masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap para tersangka. Mereka ditanyai mengenai hubungan mereka serta motif di balik tindak pidana yang dilakukan.
Media sosial juga sempat dihebohkan dengan video viral yang menunjukkan tiga pria tanpa baju yang tampak mengalami penganiayaan, saling mengoles balsem ke punggung masing-masing, dengan luka-luka terlihat di tubuh mereka.
Peristiwa ini berawal dari sepasang suami istri yang berencana membeli mobil di wilayah Pondok Aren. Suami dari pasangan tersebut mengajak dua rekannya untuk menemani transaksi yang akhirnya berujung pada penyekapan.
Alih-alih bertemu dengan penjual, mereka justru dibawa ke sebuah rumah dan disekap oleh sekelompok pria. Menurut informasi, sang istri berhasil melarikan diri setelah dua hari disekap, sementara tiga pria lainnya mengalami penganiayaan.
Kronologi yang beredar di media sosial belum sepenuhnya menjadi versi resmi dari kepolisian. Pihak kepolisian mengingatkan agar masyarakat menunggu informasi dari sumber yang resmi.
Baca juga: Manchester United Resmi Rekrut Senne Lammens
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: