BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Selasa, 14 OKTOBER 2025 • 13:27 WIB

Perubahan Tunjangan Reses Anggota DPR: Apa yang Mendorong Kenaikan Ini?

Perubahan Tunjangan Reses Anggota DPR: Apa yang Mendorong Kenaikan Ini?Perubahan Tunjangan Reses Anggota DPR: Apa yang Mendorong Kenaikan Ini?

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Sufmi Dasco Ahmad, mengungkapkan adanya perubahan nominal tunjangan reses bagi anggota dewan dari periode sebelumnya.

Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Menjadi Warga Negara Indonesia

Perubahan ini dipicu oleh kebutuhan anggota DPR untuk menombok saat melaksanakan kegiatan reses di daerah pemilihan masing-masing.

Alasan Kenaikan Tunjangan Reses

Sufmi Dasco Ahmad menjelaskan bahwa selama reses, para anggota DPR melakukan beragam kegiatan, termasuk penyaluran sembako dan pemeriksaan kesehatan gratis untuk masyarakat.

Dalam setingan ini, anggota DPR juga sering kali memberikan uang saku kepada peserta, yang menyebabkan pengeluaran tambahan yang harus mereka tanggung.

Dasco menegaskan, "Teman-teman ini kan bikin kegiatan. Ada yang bikin misalnya sambil bagi sembako, ada yang bikin sambil kemudian pemeriksaan kesehatan gratis, ada yang bikin dia ngobrol-ngobrol sambil kemudian bagi uang saku."

Baca juga: Sidang Kode Etik Polri Terkait Kematian Pengemudi Ojek Online

Tanggung Jawab Administratif dan Kegiatan di Lapangan

Dasco menggarisbawahi bahwa tidak semua kegiatan dapat dipertanggungjawabkan secara administratif, terutama yang melibatkan pengumpulan tanda terima dari peserta.

Ia menambahkan, "Kan kita gak mungkin minta pertanggungjawaban konstituen, tanda tangan misalnya dia udah terima ini, atau kemudian dapet ini."

Lebih lanjut, ada anggota DPR yang mendorong tim suksesnya di daerah untuk terlibat dalam berbagai kegiatan, yang seringkali juga membutuhkan tambahan uang saku dari anggota.

Contoh Kasus dan Dampaknya

Dasco memberikan contoh konkret mengenai anggota DPR yang terpaksa menombok untuk memenuhi permintaan konstituennya, seperti perbaikan jalan desa atau penyediaan tenda untuk acara tertentu.

Ia menjelaskan, "Kadang-kadang kan itu kayak beberapa contoh kawan-kawan yang dapilnya padat, dapilnya padat ya contoh Habiburrahman, Jakarta Timur misalnya."

Permintaan konstituen yang beragam sering membuat anggota DPR terpaksa menambahkan dana dari kantong pribadi mereka, mengingat adanya ekspektasi terhadap kegiatan yang dilakukan.

Baca juga: Penyelidikan Penjarahan di Rumah Eko Patrio: Polisi Komitmen Ungkap Pelaku

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Perubahan Tunjangan Reses Anggota DPR: Apa yang Mendorong Kenaikan Ini?

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!