Peningkatan Status Penyidikan Kasus Ambruknya Mushala di Sidoarjo
Polda Jawa Timur telah menaikkan status kasus ambruknya mushala Pondok Pesantren Al Khoziny di Sidoarjo dari penyelidikan menjadi penyidikan. Langkah ini diambil setelah pemeriksaan terhadap 17 saksi yang terkait dengan insiden tragis tersebut.
Baca juga: Sidang Kode Etik Polri Terkait Kematian Pengemudi Ojek Online
Kepolisian juga sudah mengantongi sejumlah nama pihak yang diduga terlibat dalam kejadian yang mengakibatkan banyaknya korban jiwa, termasuk 67 orang yang dinyatakan meninggal dunia.
Proses penyelidikan terkait ambruknya mushala dimulai pada hari Senin, 29 September 2025. Menurut Kombes Polisi Jules Abraham Abast, gelar perkara telah dilaksanakan untuk menentukan langkah selanjutnya dalam kasus ini.
Setelah gelar perkara, Polda Jatim memutuskan untuk meningkatkan status dari penyelidikan menjadi penyidikan. "Kemarin sudah dilakukan gelar perkara yang kemudian hasilnya untuk sejak kemarin juga telah dilakukan peningkatan status dari proses penyelidikan menjadi penyidikan," ungkap Jules.
Tim penyidik kemudian memanggil 17 saksi yang dinilai relevan dengan kejadian ambruknya mushala. Menurut Jules, informasi lebih lanjut mengenai latar belakang para saksi adalah ranah tim penyidik.
Baca juga: Korea Selatan U-23 Siap Tantang Indonesia di Kualifikasi Piala Asia 2026
Dalam perkembangan investigasi, Kapolda Jatim, Irjen Polisi Nanang Avianto, menjelaskan bahwa saksi yang diperiksa mencakup pengurus ponpes, pemerintah, dan para pakar. Hal ini dilakukan untuk mengidentifikasi penyebab kegagalan konstruksi yang mengakibatkan ambruknya bangunan.
Saksi yang tidak memiliki informasi langsung mengenai kejadian tidak diikutsertakan dalam daftar pemeriksaan. Jules menambahkan, "Kalau dia mungkin hanya mengetahui saja atau mungkin datangnya terlambat, tidak mengetahui persis terkait dengan kejadian pada saat itu, mungkin tidak kita dalami."
Penyidik juga memfokuskan perhatian pada cacat konstruksi yang dapat memicu ambruk, mengkaji semua kemungkinan untuk menentukan pihak yang bertanggung jawab.
Insiden ambruknya mushala tiga lantai di Ponpes Al Khoziny terjadi pada Senin sore, 29 September 2025, yang telah menyebabkan 171 korban. Dari jumlah tersebut, 104 orang berhasil diselamatkan, sementara 67 lainnya dinyatakan meninggal dunia.
Tim SAR Gabungan melaporkan bahwa proses evakuasi telah selesai pada hari ke-9 setelah insiden. Badan SAR Nasional (Basarnas) memastikan bahwa semua korban telah berhasil dievakuasi dan diidentifikasi.
Peristiwa tragis ini menarik perhatian masyarakat luas dan memicu permintaan untuk tindakan tegas terhadap pihak-pihak yang bertanggung jawab.
Baca juga: Menemukan Kebahagiaan dalam Hal-Hal Kecil
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: