Islah di PPP: Romahurmuziy Minta Maaf dan Ajak Kader Bersatu
Ketua Majelis Pertimbangan Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Romahurmuziy, meminta maaf atas kegaduhan akibat dualisme kepemimpinan dalam partai. Permohonan ini disampaikannya setelah tercapai kesepakatan islah antara Muhammad Mardiono dan Agus Suparmanto.
Baca juga: Pelanggaran Hak Asasi Manusia Dikonfirmasi dalam Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online
Rommy menekankan pentingnya kesatuan di kalangan anggota PPP, serta mengajak mereka untuk merangkul simpati publik menjelang Pemilu 2029. Ia juga meminta kritik serta saran untuk memperbaiki kondisi partai.
Persoalan dualisme kepemimpinan di PPP telah menjadi sorotan setelah konflik antara kubu Muhammad Mardiono dan Agus Suparmanto. Konflik ini menimbulkan ketidakpastian dalam kepemimpinan partai.
Romahurmuziy, mantan Ketua Umum PPP, mengonfirmasi bahwa islah telah tercapai antara kedua kubu. Ia berharap rekonsiliasi di dalam partai agar tidak menambah masalah melalui langkah hukum.
Kegaduhan ini sempat menarik perhatian media, sehingga Rommy merasa perlu mengeluarkan permohonan maaf kepada masyarakat. Ini menjadi tanda bahwa PPP menyadari dampak dari konflik internal yang terjadi.
Baca juga: Google Tanggapi Masalah Keamanan di Layanan Gmail
Dalam pernyataannya, Rommy mengajak semua anggota partai untuk fokus pada konsolidasi dan menyelesaikan masalah internal yang telah berlangsung lama. 'Mari bersatu kembali, fokus konsolidasi partai, dan merengkuh kembali simpati publik,' ujarnya.
Ia meminta kepada seluruh kader agar tidak lagi menggugat keabsahan kepengurusan Mardiono sebagai ketua umum yang terpilih. 'Mohon jangan lagi ada gugat-menggugat secara hukum agar PPP kembali kondusif,' lanjutnya.
Dengan semangat baru setelah islah ini, Rommy optimis semua fungsionaris dan kader PPP akan menyambut baik kesepakatan yang telah dicapai demi kemajuan partai ke depannya.
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, Supratman Andi Agtas, juga mendukung islah yang dicapai dan menegaskan bahwa itu merupakan inisiatif internal partai. Ia memastikan tidak ada intervensi pihak luar, termasuk Presiden Prabowo Subianto.
'Ini inisiatif dari teman-teman semua di internal PPP,' jelas Supratman. Ia berharap momentum ini bisa dimanfaatkan untuk menyelesaikan masalah internal dengan lebih baik.
Dengan berakhirnya dualisme kepemimpinan, Mardiono kini secara resmi menjabat sebagai Ketua Umum untuk periode 2025-2030. Agus Suparmanto akan menduduki posisi sebagai Wakil Ketua Umum.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: