Penggalian Terowongan di Bawah Masjid Al-Aqsa: Kontroversi yang Memicu Ketegangan Internasional
Penggalian terowongan oleh Israel di bawah Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur memicu kekhawatiran tentang integritas situs suci umat Islam. Aktivitas ini tidak hanya menimbulkan dugaan motif politik tetapi juga berpotensi merusak kepemilikan sah komunitas Muslim terhadap tempat ibadah yang penting ini.
Baca juga: Kasus Brimob Melindas Pengemudi Ojek Online: Menuju Jalur Pidana
Proyek yang diklaim sebagai kegiatan arkeologi ini, menurut para ahli, dapat mengancam struktur Masjid Al-Aqsa dan memperkuat klaim historis Israel atas Yerusalem. Dalam konteks perseteruan yang sudah berjalan lama ini, tindakan Israel dianggap semakin memperburuk situasi.
Penggalian yang dilakukan Israel di bawah Masjid Al-Aqsa dianggap sebagai bagian dari proyek arkeologi, namun banyak pihak menganggap ini sebagai upaya untuk memperkuat klaim Israel atas Yerusalem. Ahli menekankan bahwa proyek ini berisiko merusak integritas struktural masjid, yang merupakan tempat ibadah terpenting ketiga dalam Islam.
Dukungan pernyataan ini datang dari citra satelit yang menunjukkan aktivitas penggalian di sekitar area tersebut. Intensitas penggalian ini semakin meningkat di tengah ketegangan yang sedang berlangsung akibat situasi perang di Gaza.
Baca juga: Korea Selatan U-23 Siap Tantang Indonesia di Kualifikasi Piala Asia 2026
Tindakan provokatif seperti anggota parlemen sayap kanan yang mengibarkan bendera Israel di dalam masjid memperburuk keadaan yang sudah rentan. Tidak hanya itu, pernyataan dari politisi yang mendukung pembangunan kuil Yahudi di tempat tersebut semakin menciptakan rute baru menuju ketegangan.
Dalam konteks ini, kegubernuran Yerusalem Palestina berpendapat bahwa penggalian ilegal oleh Israel dapat merusak artefak-artefak penting Islam yang ada di situs tersebut. Reaksi internasional pun mulai muncul, dengan banyak negara yang mengutuk tindakan penggalian ini.
Sebagai tempat suci ketiga bagi umat Islam, Masjid Al-Aqsa juga diklaim oleh umat Yahudi sebagai Temple Mount. Perselisihan mengenai status pemilikannya menciptakan ketegangan yang terus menerus, terlebih dengan adanya penggalian yang terus berlangsung.
Israel telah menduduki Yerusalem Timur sejak Perang Arab-Israel 1967 dan mencaplok seluruh kota pada tahun 1980, langkah yang sampai saat ini tidak diakui oleh komunitas internasional. Ini menambah lapisan kompleksitas pada konflik yang berkepanjangan di wilayah tersebut.
Baca juga: Apple Siap Luncurkan iPhone 17 Series Tanpa Slot SIM Tray
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: