Hari Batik Nasional: Merayakan Warisan Budaya Indonesia dengan Kebanggaan
Hari Batik Nasional diperingati setiap 2 Oktober, sebuah momentum penting untuk menghargai batik sebagai warisan budaya Indonesia yang kaya dan unik.
Baca juga: Status Izin Penjualan iPhone 17 di Indonesia: Kemenperin Belum Menerima Pengajuan
Perayaan ini tidak hanya memberikan kesan mendalam, namun juga mendorong masyarakat untuk lebih bangga dan peduli terhadap kain tradisional tersebut.
Hari Batik Nasional memiliki latar belakang yang kuat, diawali ketika UNESCO mengakui batik sebagai warisan budaya tak benda pada 2 Oktober 2009. Pengakuan ini terjadi pada sidang ke-4 Komite Antar Pemerintah tentang Warisan Tak Benda di Abu Dhabi.
Saat itu, batik diakui sebagai Warisan Budaya Tak Benda Manusia, bersanding dengan budaya luhur lainnya seperti wayang dan keris. Pengakuan ini menjadi langkah awal yang penting, terutama ketika batik diperkenalkan pada dunia internasional oleh Presiden Soekarno saat Konferensi Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Pengajuan batik untuk status Intangible Cultural Heritage (ICH) dilakukan pada 4 September 2008. Proses ini memerlukan waktu hingga diterima secara resmi pada 9 Januari 2009, dan akhirnya ditetapkan sebagai Hari Batik Nasional melalui Keputusan Presiden Nomor 33 Tahun 2009 pada 17 November 2009.
Baca juga: BEM SI Kerakyatan Batalkan Demo Karena Kondisi Jakarta yang Tidak Kondusif
Di tahun 2025, Hari Batik Nasional mengusung tema 'Batik Merawit' yang menampilkan ikon Batik Tulis Merawit Cirebon. Tema ini dipilih dengan tujuan untuk memperkuat identitas bangsa dan merayakan kekayaan budaya yang dimiliki Indonesia.
Perayaan ini direncanakan berlangsung dari 2 Oktober hingga 30 November 2025 dan akan dilakukan bekerjasama dengan Museum Tekstil. Batik Tulis Merawit Cirebon dikenal akan pola halus dan ornamen detail yang menjadi ciri khasnya.
Kegiatan dalam perayaan ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga sebagai sarana untuk mendukung pengrajin lokal serta meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pelestarian batik.
Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk merayakan Hari Batik Nasional, salah satunya adalah dengan mengenakan batik. Pemerintah biasanya mendorong pegawai untuk mengenakan batik pada hari spesial ini.
Membeli dan mengoleksi batik dari pengrajin lokal juga menjadi salah satu langkah yang dapat diambil. Menjelang peringatan, berbagai pameran batik sering digelar untuk menampilkan keindahan dan keragaman batik.
Selain itu, masyarakat juga bisa mencoba untuk menghasilkan karya batik sendiri dengan teknik sederhana seperti batik tulis atau batik cap. Edukasi mengenai sejarah dan jenis-jenis batik juga sangat penting untuk diperluas di semua kalangan.
Baca juga: Mengapa Finfluencer Menjadi Panduan Utama Keuangan di Era Digital
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: