Kekosongan BBM di SPBU Shell Indonesia Akibat Terbatasnya Pasokan
Shell Indonesia belum dapat memenuhi kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) dari Pertamina meskipun telah melakukan diskusi terkait hal tersebut.
Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Gagal Menang Melawan Laos di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Presiden Direktur Shell Indonesia, Ingrid Siburian, menyampaikan bahwa banyak Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Shell di Pulau Jawa mengalami kekosongan stok.
Ingrid Siburian menjelaskan bahwa kondisi kekosongan ini telah berlangsung sejak bulan Agustus. Dari sekitar 200 SPBU, hanya lima yang masih memiliki stok bensin.
"Saat ini bisa dikatakan hampir seluruh SPBU kami mengalami stock out untuk produk bensin. Yang masih ada stok tinggal beberapa saja, dan kemungkinan habis besok malam," ujarnya.
Baca juga: Unisba dan Unpas Tegaskan Tidak Ada Aparat TNI-Polri Masuk Kampus Saat Kericuhan
Ingrid mengungkapkan bahwa pihaknya sudah mengajukan tambahan kuota impor sejak Juni 2025 karena permintaan konsumen yang meningkat. Namun, permohonan tersebut dibatasi oleh pemerintah.
Sesuai surat dari Wakil Menteri ESDM pada 17 Juli 2025, pemerintah membatasi impor hanya sebesar 10 persen di atas volume penjualan tahun 2024.
Sebagai langkah untuk mengatasi kelangkaan BBM di SPBU swasta, Pertamina Patra Niaga sepakat untuk menyuplai base fuel yang belum dicampur.
Dalam pertemuan dengan Menteri ESDM pada 19 September, disepakati bahwa SPBU swasta wajib membeli pasokan dari Pertamina dengan skema base fuel, yaitu bahan baku BBM.
Baca juga: Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke RS Polri: Memantau Korban Aksi Demonstrasi
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: