Uya Kuya Tunjukkan Kerusakan Rumahnya Setelah Dijerai Massa
Uya Kuya, anggota DPR RI non-aktif, memperlihatkan kondisi rumahnya yang hancur akibat penjarahan oleh massa dalam sebuah video di Instagram. Dengan didampingi istrinya, emosi Uya tampak menggebu saat menunjukkan coretan ejekan yang memenuhi dinding rumahnya.
Baca juga: Presiden Prabowo Subianto Tetap Berangkat ke China Setelah Situasi Pulih
Uya mengekspresikan rasa sakit dan marahnya, mengatakan, 'Silakan maki-maki saya, kalian mau fitnah apa pun, mau marah, tapi jangan hina keluarga saya, jangan hina anak-anak saya.' Dia menekankan bahwa keluarganya tidak bersalah dan menjadi korban tindakan anarkis tersebut.
Dalam video yang diunggah ke media sosialnya, Uya memperlihatkan kerusakan parah yang dialami rumah bergaya klasik yang dia bangun bersama putrinya, Cinta Kuya. Banyak barang berharga milik anak-anaknya hilang akibat tindakan brutal saat demonstrasi pada Agustus lalu.
Uya menyatakan, 'Cinta dari SMP kelas 3, Nino dari SMP kelas 2 tidak pernah mendapatkan uang jajan sepersen pun dari saya,' memberikan gambaran tentang kesederhanaan hidup keluarganya. Ia juga menegaskan bahwa barang-barang yang hilang adalah hasil kerja keras anak-anaknya yang sudah memiliki penghasilan dari YouTube dan syuting TV.
Sebagian besar barang hilang merupakan hasil usaha anak-anaknya yang terpaksa dicuri akibat kerusuhan tersebut. 'Jadi yang kalian ambil itu hak anak-anak saya yang dari kecil,' katanya menegaskan betapa pentingnya barang-barang tersebut bagi keluarganya.
Baca juga: Calvin Verdonk Dekat dengan Lille: Peluang Baru untuk Talenta Indonesia
Di tengah kondisi rumah yang berantakan, Uya terlihat melakukan video call dengan anak-anaknya yang saat ini sedang kuliah di luar negeri. Ia melakukan upaya untuk menenangkan anak-anaknya dengan menunjukkan kondisi rumah yang rusak.
'Kamu kuat ya, ini papa mau kasih lihat kamar kamu di rumah. Jangan nangis, barang-barang kamu hilang semua biarpun kamu beli pakai uang sendiri,' ungkapnya dalam video tersebut. Uya berusaha menguatkan anak-anaknya di tengah kesedihan akibat kehilangan tersebut.
Kesedihan yang dirasakan Uya tidak hanya untuk dirinya sendiri, tapi juga untuk keluarganya yang harus menghadapi dampak dari tindakan brutal kelompok massa. Emosinya jelas tergambar saat berbicara dengan anak-anaknya, menunjukkan ketidakberdayaan yang dialaminya sebagai seorang ayah.
Setelah insiden penjarahan tersebut, Dewan Pimpinan Pusat Partai Amanat Nasional (PAN) mengambil tindakan dengan menonaktifkan Uya Kuya dari jabatannya sebagai anggota DPR. Namun, peraturan yang ada tidak mengenal istilah 'penonaktifan' secara spesifik untuk anggota dewan.
Sesuai dengan UU Nomor 17 tahun 2014 tentang MD3, istilah yang lebih tepat adalah 'pemberhentian'. Pemberhentian dapat terjadi jika anggota dewan terlibat dalam masalah hukum yang serius.
Sufmi Dasco Ahmad, Wakil Ketua DPR, menegaskan konsekuensi dari penonaktifan tersebut dengan menyatakan bahwa anggota dewan yang dinyatakan nonaktif tidak akan menerima gaji dan fasilitas. Hal ini menunjukkan dampak dari tindakan Uya serta reaksi keras publik terhadap perilaku elit politik.
Baca juga: Yaqut Cholil Qoumas Diperiksa KPK Selama Hampir 7 Jam Terkait Kasus Korupsi Kuota Haji 2024
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: