BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Selasa, 30 SEPTEMBER 2025 • 22:05 WIB

Andry Rajoelina Bubarkan Pemerintahan Setelah Unjuk Rasa Besar Gen Z di Madagaskar

Andry Rajoelina Bubarkan Pemerintahan Setelah Unjuk Rasa Besar Gen Z di MadagaskarAndry Rajoelina Bubarkan Pemerintahan Setelah Unjuk Rasa Besar Gen Z di Madagaskar

Presiden Madagaskar, Andry Rajoelina, mengambil langkah drastis dengan membubarkan pemerintahannya setelah gelombang unjuk rasa besar-besaran oleh generasi muda, terutama Gen Z.

Baca juga: Kunjungan Singkat Prabowo Subianto ke China: Merayakan 80 Tahun Kemenangan Perang Perlawanan Rakyat

Aksi protes ini dipicu oleh pemadaman listrik dan air yang berkepanjangan, serta meningkatnya kemiskinan di negara tersebut.

Pemicu Pembubaran Pemerintahan

Gelombang protes ini diawali oleh pemadaman listrik dan air yang berkepanjangan, memicu kemarahan di kalangan anak muda Madagaskar. Ribuan demonstran berkumpul di berbagai wilayah, menyuarakan ketidakpuasan dan aspirasi mereka.

Dalam pernyataannya, Rajoelina mengakui, "Kami mengakui dan meminta maaf jika pemerintah belum melaksanakan tugas yang diberikan dengan baik." Pernyataan ini menjadi sorotan saat disiarkan di stasiun televisi lokal, Televiziona Malagasy (TVM).

Kondisi sosial ekonomi Madagaskar semakin kritis, dengan sekitar 75 persen dari 30 juta penduduk hidup di bawah garis kemiskinan, menurut data dari World Bank. Selain itu, akses terhadap listrik juga sangat terbatas, dengan hanya 36 persen penduduk yang memiliki akses yang andal.

Baca juga: ASN DKI Jakarta Kembali Bekerja di Kantor, WFH Dicatat

Kekacauan yang Mengikuti Protes

Protes yang dimulai oleh Gen Z ini berujung pada kerusuhan yang mengakibatkan sedikitnya 22 orang tewas, menurut laporan dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Aksi penjarahan terjadi di berbagai supermarket, toko kecil, dan bank.

Rumah-rumah milik politisi juga menjadi sasaran amukan massa. Sebagai respons terhadap kekacauan ini, pihak berwenang memberlakukan jam malam dan menerjunkan pasukan keamanan yang dilengkapi peluru karet.

Di tengah situasi tegang ini, Rajoelina memecat Menteri Energi pada tanggal 26 September dan mengajak generasi muda untuk berdialog. Dia juga berjanji akan mengambil langkah-langkah untuk mendukung bisnis yang terdampak penjarahan.

Simbol Unjuk Rasa Gen Z

Dalam protes ini, para demonstran Gen Z mengibarkan bendera anime Jepang, One Piece, sebagai simbol ketidakpuasan terhadap pemerintah. Bendera ini menjadi simbol persatuan bagi generasi muda di berbagai negara.

Protes serupa dengan bendera One Piece juga tercatat di negara-negara lain seperti Indonesia, Filipina, Prancis, Nepal, dan Peru, menunjukkan bahwa fenomena ini bersifat global.

Rajoelina merespon dengan memahami kemarahan yang dirasakan masyarakat. "Saya mendengar panggilan ini, saya merasakan penderitaan ini," ucapnya, menunjukkan keprihatinan terhadap masalah pasokan listrik dan air yang berdampak pada kesejahteraan sehari-hari.

Baca juga: Penyelidikan Penjarahan di Rumah Eko Patrio: Polisi Komitmen Ungkap Pelaku

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Andry Rajoelina Bubarkan Pemerintahan Setelah Unjuk Rasa Besar Gen Z di Madagaskar

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!