BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Selasa, 30 SEPTEMBER 2025 • 18:32 WIB

Perjuangan Rylie Toomey Melawan Kanker Usus Besar di Usia Muda

Perjuangan Rylie Toomey Melawan Kanker Usus Besar di Usia MudaPerjuangan Rylie Toomey Melawan Kanker Usus Besar di Usia Muda

Rylie Toomey, seorang wanita berusia 27 tahun dari Mechanicsburg, Pennsylvania, baru saja didiagnosis kanker usus besar stadium 4 setelah berbulan-bulan menderita sakit perut hebat.

Baca juga: Kunto Aji Soroti Tanggung Jawab Anggota Dewan dan Perjuangan Masyarakat

Kondisi ini muncul saat Rylie sedang disibukkan oleh persiapan pernikahan dan berlatih untuk lomba lari setengah maraton, namun diagnosa awalnya terabaikan oleh dokter.

Awal Mula Gejala dan Kesulitan Diagnosis

Gejala sakit perut yang dialami Rylie Toomey mulai muncul pada awal tahun 2025, kala ia tengah sibuk merencanakan pernikahan. Namun, pemeriksaan awal dari dokter hanya menyimpulkan bahwa itu adalah konstipasi tanpa melakukan evaluasi lebih lanjut.

Seiring waktu, kondisinya semakin memburuk, hingga ia mengunjungi ruang gawat darurat pada bulan April 2025. Dalam laporan detik-detik sulit tersebut, Rylie mengungkapkan, 'Dalam pikiranku, kurasa aku akan mati, begitulah sakitnya.' Gejala tersebut menunjukkan betapa parahnya rasa sakit yang ia alami.

Pemeriksaan lanjutan mengungkapkan perforasi usus dan massa di usus besar, keputusan yang memberikan diagnosis kanker usus besar stadium 4. Usia Rylie yang masih muda membuatnya merasa diabaikan dalam perhatian medis.

Baca juga: Yaqut Cholil Qoumas Diperiksa KPK Selama Hampir 7 Jam Terkait Kasus Korupsi Kuota Haji 2024

Dampak Kesehatan dan Perjuangan Melawan Kanker

Setelah menerima diagnosis tersebut, Rylie terpaksa menunda pernikahannya yang semula dijadwalkan pada bulan Juni. Ia berbagi pengalamannya dengan pernyataan, 'Saat mendengar kata 'kanker', rasanya tidak mungkin. Saya pikir itu bukan saya, karena sebelum ini saya sehat sekali.'

Proses pengobatan Rylie dimulai dengan operasi darurat dan diagnosa lanjutan yang menunjukkan adanya massa kecil di hati serta nodul di paru-paru, yang diduga hasil dari metastasis. Meskipun tidak memiliki faktor risiko biasa, rasa diabaikan oleh tenaga medis masih mengganjal di pikirannya.

Saat ini, Rylie menjalani kemoterapi setiap dua minggu dan juga melakukan terapi imun. Di tengah perjuangannya, ia memutuskan untuk membekukan sel telurnya dengan harapan dapat menjadi seorang ibu di masa depan.

Tren Kanker Usus Besar pada Usia Muda

Kenaikan kasus kanker saluran cerna, termasuk kanker usus besar di kalangan individu di bawah 50 tahun, menjadi isu serius, khususnya di AS. Studi terbaru yang dipublikasi dalam JAMA mengonfirmasi bahwa tren ini terus meningkat dengan signifikan.

Dr. Kimmie Ng, penulis studi dan Direktur Young-Onset Colorectal Cancer Center di Dana-Farber Cancer Institute, mengatakan, 'Itu pertanyaan besar abad ini. Saat ini kita belum tahu penyebab pastinya.'

Beberapa faktor risiko yang sudah diketahui termasuk obesitas, pola makan tinggi gula, dan gaya hidup sedentari. Namun, Rylie tidak masuk dalam kategori tersebut, karena dia menjaga kesehatan secara rutin. Pengalamannya menunjukkan betapa pentingnya kesadaran atas kanker di kalangan generasi muda, meskipun penyakit ini sering kali dianggap jauh dari jangkauan mereka.

Baca juga: Mengapa Finfluencer Menjadi Panduan Utama Keuangan di Era Digital

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Perjuangan Rylie Toomey Melawan Kanker Usus Besar di Usia Muda

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!