Tragedi Ambruknya Musala di Pondok Pesantren Al Khoziny, Sidoarjo
Satu santri dilaporkan meninggal dunia akibat ambruknya musala di Pondok Pesantren Al Khoziny, Sidoarjo, saat salat Asar pada 29 September 2025.
Baca juga: Kunto Aji : Tanggung Jawab Anggota DPR Harus Diterima Seutuhnya
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengonfirmasi bahwa 102 orang telah dievakuasi dari lokasi yang dipenuhi reruntuhan.
Musala yang terletak di Desa Buduran, Sidoarjo, ambruk ketika banyak santri melaksanakan salat Asar. Peristiwa ini terjadi pada saat konsentrasi jamaah tertuju pada ibadah, yang menjadikan situasi lebih tragis.
Bangunan musala tersebut dipenuhi ratusan santri saat kecelakaan terjadi, menyisakan kepanikan dan kesedihan mendalam bagi keluarga dan santri lainnya yang berada di lokasi.
Kepala Bidang Komunikasi Kebencanaan BNPB, Dodi Yuleova, menyatakan, "Satu orang meninggal dunia," menekankan betapa pentingnya evakuasi segera untuk mencegah situasi yang lebih parah.
Baca juga: Tragedi Penembakan Staf KBRI di Lima: Zetro Leonardo Purba Meninggal Dunia
Tim SAR dan petugas pemadam kebakaran dari Surabaya dilibatkan dalam proses evakuasi, dengan menggunakan teknologi pencarian yang canggih. Unit Heavy Duty Rescue (HDR) yang dilengkapi alat pendeteksi korban dikerahkan ke lokasi.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Surabaya, Laksita Rini Sevriani, menjelaskan, "Kalau di HDR itu ada komponen canggih, apabila kejadian bencana alam," yang menunjukkan keseriusan pemda dalam menangani kejadian ini.
Hingga berita ini ditulis, masih ada 38 orang yang dinyatakan hilang menurut laporan dari Kepala Kantor SAR Surabaya, yang menjadi fokus pencarian saat ini.
Polda Jatim juga ikut serta dalam evakuasi dan pencarian korban yang mungkin masih terjebak di reruntuhan. Posko ante mortem telah didirikan untuk mengumpulkan informasi berkaitan dengan korban.
Sejumlah keluarga korban terus berdatangan ke lokasi dengan harapan mendapatkan informasi terbaru mengenai santri mereka. Suasana tegang dan penuh harap menyelimuti area tersebut.
BNPB memastikan akan memberikan laporan berkala mengenai tindakan penanganan dan perkembangan jumlah korban yang berhasil dievakuasi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: