BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Jumat, 20 JUNI 2025 • 07:10 WIB

Kementerian PKP Luncurkan Rencana Pembangunan Rumah Subsidi di Pinggiran Jakarta

youngthink.id – Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (Kementerian PKP) baru saja mengumumkan rencana pembangunan rumah subsidi di pinggiran Jakarta dengan luas bangunan 14 meter persegi. Konsep ini bertujuan untuk menyediakan hunian terjangkau bagi masyarakat yang tidak mampu membeli rumah di dalam kota.

Direktur Jenderal Perumahan Perkotaan Kementerian PKP, Sri Haryati, mengungkapkan bahwa harga untuk rumah subsidi masih dalam tahap penyesuaian dan belum ada angka pasti. Ia juga berharap masyarakat bisa memberikan masukan mengenai desain dan lokasi pembangunan rumah tersebut.

Rincian Konsep Rumah Subsidi yang Dicanangkan

Lippo Karawaci merancang dua tipe rumah subsidi, yaitu tipe satu kamar tidur dengan luas bangunan 14 m² di lahan 25 m² dan tipe dua kamar tidur seluas 23,4 m² di lahan 26,3 m². Sri Haryati menyatakan bahwa konsep ini belum final dan masukan dari masyarakat masih akan diterima.

Sri menambahkan, ”Kemarin ada yang usul, bu jangan di 14 (meter persegi) tapi yang lebih tinggi seperti kita awal tuh di 18 meter persegi,” serta menunjukkan kesediaan Kementerian PKP untuk mempertimbangkan perubahan desain demi kebutuhan masyarakat.

Lebih lanjut, ia juga menegaskan bahwa desain rumah subsidi bisa disesuaikan dengan kondisi sosial ekonomi. ”Desainnya mungkin nanti disesuaikan bisa untuk motor saja,” tuturnya, menunjukkan komitmen untuk menciptakan hunian sesuai kebutuhan penghuninya.

Penentuan Lokasi Pembangunan Rumah Subsidi

Kementerian PKP akan bekerja sama dengan pengembang dalam menentukan lokasi pembangunan yang memiliki aksesibilitas baik. Ketersediaan fasilitas transportasi menjadi prioritas, sehingga penghuni dapat dengan mudah menjangkau tempat kerja di Jakarta.

Fritz Atmodjo, Head of Project Management PT Lippo Karawaci, mengatakan bahwa beberapa lokasi yang sedang dipertimbangkan termasuk area dari Cikampek hingga Tangerang. ”Terkait lokasi sih sebenarnya kemarin kita sempat hitung-hitung gitu ya, pastinya berbagai faktor seperti jarak tempuh dan kenyamanan akan diutamakan dalam penentuan lokasi,” jelas Fritz.

Kedekatan dengan kawasan Transit Oriented Development (TOD) juga menjadi salah satu pertimbangan untuk memberikan akses yang lebih baik ke transportasi publik. Dengan demikian, penghuni dapat meminimalisir waktu perjalanan menuju tempat kerja.

Proses Pengembangan dan Pembahasan Harga

Pembahasan mengenai harga rumah subsidi ini masih dalam tahap negosiasi dan belum ada kepastian angka. Sri Haryati menekankan, ”Masih digodok, tapi kita juga dorong untuk harganya bisa lebih affordable dibanding skema-skema yang sekarang sudah ada,” menunjukkan pentingnya kebutuhan akan hunian terjangkau.

Kementerian PKP juga mengundang usulan terkait desain dan lokasi dari berbagai stakeholder. ”Kita sih pengennya ada di Jakarta Pusat, lah. Tapi kan sekali lagi, rumah subsidi itu ada peraturannya. Batas maksimal harganya ada,” jelas Sri, menyoroti tantangan mengenai batasan harga dalam pembangunan rumah subsidi di daerah perkotaan.

Masyarakat diharapkan bisa memberikan masukan konstruktif terkait konsep rumah subsidi ini. Di masa mendatang, pembangunan diharapkan bisa dijadwalkan setelah fase desain selesai dan harga telah ditetapkan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Kementerian PKP Luncurkan Rencana Pembangunan Rumah Subsidi di Pinggiran Jakarta

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!