BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Senin, 30 JUNI 2025 • 12:11 WIB

Mediasi Gubernur Jawa Barat Terkait Kontroversi Rumah Ibadah di Sukabumi

youngthink.id – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, terjun langsung untuk menengahi konflik yang muncul akibat tuduhan terhadap sebuah rumah di Sukabumi yang diduga digunakan untuk peribadatan umat Kristiani. Protes warga di Kampung Tangkil, Desa Tangkil, Kecamatan Cidahu mendorong Dedi untuk melakukan mediasi guna menciptakan suasana yang harmonis.

Pertemuan yang dilangsungkan pada Senin (30/6) ini melibatkan pemilik rumah untuk menjelaskan situasi sebenarnya. Dedi menekankan pentingnya pemahaman konteks kegiatan di rumah tersebut agar solusi yang tepat dapat ditemukan.

Kronologi Persoalan di Desa Tangkil

Konflik ini bermula ketika warga Desa Tangkil menuduh pemilik rumah pribadi telah menggunakan tempat tinggalnya untuk kegiatan peribadatan. Gubernur Dedi Mulyadi merasakan urgensi untuk melakukan mediasi, menyatakan, ‘Ini di samping saya ada orang yang menjadi saksi mata dan kuasa pemilik rumah, sekaligus korban.’

Pertemuan mediasi dilaksanakan di lokasi kejadian dengan Dedi bertanya langsung kepada pemilik rumah. Dalam dialog tersebut, Dedi mengkonfirmasi, ‘Jadi rumah itu rumah apa, Pak? Rumah ibadah apa rumah pribadi?’ dan mendapatkan penjelasan bahwa rumah tersebut dimanfaatkan untuk membantu mereka yang kurang beruntung.

Kegiatan yang Dilakukan di Rumah Tersebut

Pemilik rumah menjelaskan bahwa sebagian besar aktivitas di rumahnya berfokus pada pembelajaran, pembinaan mental, dan retreat bagi orang-orang yang membutuhkan dukungan. Ia menegaskan bahwa banyak individu dari daerah lain, termasuk Tangerang dan Minahasa, juga ikut serta dalam kegiatan ini.

Dedi Mulyadi menjelaskan bahwa kegiatan yang diadakan kadang melibatkan ritual tertentu namun tidak melanggar hukum yang berlaku. ‘Dalam kumpulnya itu, sering ada kegiatan ritual,’ jelas Dedi, menambahkan bahwa kegiatan tersebut berupa nyanyi-nyanyi untuk pembinaan mental tanpa unsur yang melanggar ketentuan.

Komitmen untuk Menyelesaikan Masalah

Dedi Mulyadi menegaskan pentingnya menyelesaikan masalah ini secara komprehensif, baik dari sisi sosial maupun hukum. Ia berkomitmen, ‘Saya akan menyelesaikan masalah itu secara komprehensif dari sisi sosial dan sisi hukumnya.’

Gubernur juga menjanjikan pendampingan bagi pemilik rumah untuk mencari jalan keluar yang saling menguntungkan semua pihak. Dalam momen tersebut, pemilik rumah mengungkapkan apresiasi terhadap perhatian Dedi, yang dijawab, ‘Bukan kepedulian tapi kewajiban pemerintah untuk menjaga kerukunan hidup masyarakatnya.’

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Mediasi Gubernur Jawa Barat Terkait Kontroversi Rumah Ibadah di Sukabumi

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!