youngthink.id – Kematian Mohamad Ilham Pradipta, Kepala Cabang sebuah bank di Jakarta, menimbulkan banyak tanda tanya. Sejauh ini, polisi telah mengamankan empat orang yang diduga terlibat dalam penculikan dan pembunuhan Ilham.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Ade Ary Syam Indradi, menegaskan bahwa tim penyidik Polri sedang dalam tahap mendalam untuk mengungkap siapa yang menjadi otak dari kasus ini. “Mohon waktu. Tim masih bekerja,” kata Ade Ary di Jakarta pada Sabtu (23/8/2025).
Ia juga menyampaikan bahwa kematian Ilham yang ditemukan tidak jauh dari lokasi penculikan menjadi fokus penyelidikan. Ade Ary menambahkan bahwa masih ada informasi yang perlu digali untuk memahami lebih lanjut latar belakang kejadian ini.
Jasad Ilham telah diautopsi oleh Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat I Pusdokkes Polri, dan hasilnya menunjukkan adanya tanda-tanda kekerasan yang signifikan. Kepala Rumah Sakit Brigjen dr Prima Heru mengekspresikan temuan ini, “Ditemukan tanda kekerasan pada bagian luar dan dalam tubuh korban. Luka-lukanya bagian dada dan leher, (akibat) benda tumpul, betul (jadi penyebab kematian korban).”
Luka-luka tersebut mengindikasikan bahwa korban telah mengalami tindakan kekerasan sebelum meninggal dunia. Hasil autopsi ini pun mendorong polisi untuk memperdalam penyelidikan terhadap pelaku yang sudah ditangkap.
Ilham diduga diculik pada Rabu (20/8) di area parkir sebuah supermarket setelah menghadiri pertemuan dengan rekan-rekan kerjanya. Keempat pelaku yang telah ditangkap oleh Polda Metro Jaya terdiri dari AT, RS, RAH, dan RW.
Keesokan harinya, jasad Ilham ditemukan tersimpan di semak-semak di wilayah Serang Baru, Kabupaten Bekasi. Setelah penemuan tersebut, pihak keluarga telah menerima jasadnya untuk pemakaman.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: