BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Sabtu, 23 AGUSTUS 2025 • 08:14 WIB

Kasus Skandal Korupsi Mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan Immanuel Ebenezer

Kasus Skandal Korupsi Mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan Immanuel EbenezerGenerated by Journalist AI

youngthink.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap skandal korupsi besar yang melibatkan mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Immanuel Ebenezer. Total aliran dana dalam kasus ini mencapai Rp 3 miliar, melibatkan sejumlah nama di lingkaran pemerintahan.

Ketua KPK Setyo Budiyanto memberikan rincian terkait sumber dan penggunaan dana ini, mengungkap adanya indikasi penggunaan untuk kepentingan pribadi serta pembelian aset dalam periode tertentu.

Detail Aliran Dana Korupsi

Pada Jumat (22/8), Ketua KPK Setyo Budiyanto mengungkapkan bahwa dana sebesar Rp 3 miliar aliran ke pihak penyelenggara negara, yaitu IEG pada bulan Desember 2024.

Setyo juga menyebutkan adanya aliran dana sebesar Rp 50 juta per minggu yang mengalir kepada FAH dan HR, serta lebih dari Rp 1,5 miliar yang diterima HS selama tahun 2021 sampai 2024.

Salah satu tersangka yang terlibat, IBM, menjabat sebagai Koordinator Bidang Kelembagaan dan Personil dari tahun 2022 hingga 2025, menerima aliran dana terbesar sebesar Rp 69 miliar dari total Rp 81 miliar yang diungkapkan KPK.

Dana yang diterima IBM digunakan untuk berbagai keperluan, seperti DP rumah, pembelian mobil, dan penyertaan modal ke perusahaan yang berhubungan dengan PJK3.

Penggunaan Dana oleh Tersangka Lain

GAH, salah satu tersangka, yang juga terlibat dalam kasus ini, diketahui menerima dana sebesar Rp 3 miliar dari tahun 2020 hingga 2025.

Aliran dana yang diperolehnya sebagian besar berasal dari transaksi tunai dan transfer dari IBM, yang kemudian digunakan untuk kepentingan pribadi seperti pembelian kendaraan roda empat senilai Rp 500 juta.

Tersangka lainnya, SP, diduga menerima aliran dana sekitar Rp 3,5 miliar dari 80 perusahaan dalam bidang PJK-3 selama periode yang sama, dengan uang tersebut juga dipakai untuk keperluan pribadi, termasuk penarikan tunai sebesar Rp 291 juta.

Tersangka AK diduga menerima total sebesar Rp 5,5 miliar dari pihak perantara untuk periode 2021 hingga 2024, menunjukkan pola korupsi yang melibatkan banyak individu dalam lingkaran tersebut.

Tindak Lanjut KPK dan Implikasi Lanjutan

Setyo Budiyanto menegaskan bahwa KPK akan terus melanjutkan investigasi terhadap aliran dana ini dengan sangat teliti.

Penegakan hukum yang berkelanjutan dilakukan untuk memastikan semua pihak yang terlibat dalam praktik korupsi ini dapat dihukum sesuai dengan hukum yang berlaku.

Kasus ini menarik perhatian publik tentang integritas pejabat pemerintah, serta pentingnya pengawasan terhadap aliran dana publik.

KPK berkomitmen untuk memberantas korupsi dan siap bekerjasama dengan pihak berwenang lainnya untuk menyelidiki kasus-kasus serupa.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Kasus Skandal Korupsi Mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan Immanuel Ebenezer

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!