Pergaulan yang sehat seharusnya menciptakan rasa nyaman dan bahagia, namun sering kali kita tidak menyadari ketika terjebak dalam hubungan yang merugikan diri sendiri.
Baca juga: Status Izin Penjualan iPhone 17 di Indonesia: Kemenperin Belum Menerima Pengajuan
Ada beberapa tanda yang dapat membantu kita mengenali apakah pergaulan yang dijalani sudah menyimpang dari jalur yang seharusnya.
Tanda Emosional yang Mencolok
Salah satu indikasi paling nyata dari pergaulan yang tidak sehat adalah perasaan emosional yang menyakitkan. Jika Anda merasa selalu tertekan atau tidak diakui di depan teman-teman, ini bisa menjadi pertanda bahwa ada yang salah.
Rasa cemas atau tidak nyaman saat berinteraksi dengan mereka menjadi sinyal bahwa hubungan tersebut tidak mendukung kesehatan mental Anda.
Menurut seorang psikolog, penting untuk mengevaluasi kebiasaan interaksi yang dapat menyebabkan perasaan negatif. Mengabaikan perasaan tersebut hanya akan memperburuk keadaan.
Baca juga: Kritik Terhadap Penangkapan Direktur Lokataru: Komnas HAM dan DPR Suarakan Kepedulian
Manipulasi dan Pembatasan Kebebasan
Pergaulan yang sehat memberi ruang bagi individu untuk menjadi diri mereka sendiri. Namun, jika Anda merasa dibatasi atau terpaksa melakukan sesuatu yang tidak diinginkan, ini adalah sinyal merah.
Manipulasi emosional kerap terjadi dalam hubungan yang tidak sehat. Jika teman Anda sering memanfaatkan perasaan Anda untuk mendapatkan apa yang mereka mau, itu menunjukkan adanya ketidakseimbangan dalam hubungan.
Penting untuk tidak ragu mengenali jika hubungan yang dijalin sudah berubah menjadi lebih toksik ketimbang positif.
Kurangnya Dukungan dan Empati
Salah satu esensi dalam pergaulan yang sehat adalah saling mendukung. Jika teman Anda tidak hadir saat Anda membutuhkan, atau bahkan meremehkan masalah yang Anda hadapi, itu bisa jadi tanda bahwa mereka bukan teman sejati.
Pergaulan yang tidak sehat sering kali dimulai dengan rendahnya tingkat empati. Ketika salah satu pihak tidak peduli terhadap perasaan atau kebutuhan pihak lainnya, hubungan tersebut cenderung menjadi satu arah.
Maka dari itu, penting untuk menilai apakah pergaulan yang dijalani saling menguntungkan atau justru membuat Anda merasa terasing.
Baca juga: Pertemuan Presiden Prabowo dengan Serikat Pekerja: Membahas Aspirasi Buruh dan Kebijakan Ekonomi
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: