Generasi Z di Indonesia semakin tertarik dengan gaya hidup slow living sebagai upaya melawan stres sehari-hari.
Baca juga: Desta Bagikan Tuntutan 17+8 Usai Hujatan Pemilu 2024
Namun, di balik pilihan hidup tersebut, mereka seringkali masih berjuang dengan tingkat stres yang cukup tinggi.
Apa Itu Slow Living dan Mengapa Populer di Kalangan Gen Z?
Slow living merupakan filosofi hidup yang menekankan kualitas dibanding kuantitas, dengan fokus pada momen sederhana yang menyenangkan.
Di tengah gaya hidup yang serba cepat, banyak Generasi Z berusaha menjalani hidup dengan cara ini untuk mengurangi pengaruh negatif yang ditimbulkan.
Di era digital yang sangat terhubung, isu siber stres menjadi semakin nyata, sehingga beberapa orang memilih slow living untuk mengatasi kecemasan.
Aktivitas seperti berkumpul dengan teman, olahraga, atau sekadar menikmati alam kini menjadi bagian dari rutinitas baru mereka, memberikan waktu untuk bernapas dalam hiruk-pikuk kehidupan.
Faktor Penyebab Stres di Kalangan Gen Z
Meski mengadopsi slow living, Gen Z menghadapi tantangan berat seperti tuntutan akademis dan karier yang tinggi.
Baca juga: Kerusuhan di Tamansari: Protes Berujung Kekacauan di Sekitar Kampus
Banyak dari mereka merasa harus selalu tampil sukses di media sosial, yang memicu rasa cemas yang berkelanjutan.
Kenaikan biaya hidup juga memengaruhi mereka, menciptakan perasaan tertinggal dalam mencapai kesejahteraan yang mereka inginkan.
Ekspektasi dari keluarga dan masyarakat turut menambah beban psikologis yang harus mereka pikul, menjadikannya ironis ketika mereka berusaha untuk hidup dengan lebih lambat.
Upaya Gen Z Mengelola Stres di Era Slow Living
Meskipun dihadapkan pada tekanan, Gen Z menunjukkan kreativitas dalam mengelola stres, dengan banyak yang beralih ke aktivitas mindfulness seperti meditasi dan yoga.
Waktu berkualitas dengan orang terdekat menjadi sangat berharga, membantu mereka berbagi perasaan dan mendukung satu sama lain.
Meningkatnya kesadaran akan kesehatan mental membuat banyak dari mereka mencari bantuan profesional ketika menghadapi kesulitan.
Langkah-langkah ini menjadi bagian penting dari upaya mereka untuk mempertahankan kesejahteraan secara keseluruhan.
Baca juga: Mengapa Finfluencer Menjadi Panduan Utama Keuangan di Era Digital
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: