Kucing dikenal sebagai hewan peliharaan yang lucu dan menggemaskan. Namun, tahukah kamu bahwa kucing juga dapat memberikan petunjuk tentang perubahan cuaca?
Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Jadi Warga Negara Indonesia
Beberapa kebiasaan dan perilaku kucing bisa menjadi sinyal awal perubahan cuaca yang akan datang. Mari kita telusuri lebih jauh mengenai fenomena menarik ini.
Perilaku Kucing Sebelum Hujan
Banyak orang yang percaya bahwa kucing dapat merasakan perubahan cuaca, terutama sebelum hujan turun. Saat tekanan udara menurun, kucing cenderung menunjukkan perilaku yang lebih gelisah.
Sebagai contoh, kucing mungkin mencari tempat yang lebih tinggi atau bersembunyi di sudut rumah. Ini bisa jadi tanda bahwa mereka mendeteksi sesuatu yang tidak biasa di udara.
Penelitian menunjukkan bahwa hewan memiliki indera yang jauh lebih sensitif terhadap perubahan lingkungan. Kucing, dengan telinga dan hidung yang tajam, dapat merasakan perubahan yang tidak kita sadari.
Baca juga: Drama Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool Pecahkan Rekor dan Pergerakan Tim Lain
Sinyal dari Kucing Saat Cuaca Dingin
Ketika suhu mulai turun, kucing seringkali akan berperilaku berbeda. Mereka lebih suka duduk dekat sumber panas seperti radiator atau sinar matahari.
Lebih dari itu, kucing juga mungkin akan tidur lebih lama dari biasanya. Ini dapat diartikan sebagai insting melindungi diri dari cuaca dingin yang akan datang.
Beberapa pengamat kucing mengamati adanya peningkatan keinginan mereka untuk bersarang atau memindahkan tempat tidurnya menjelang cuaca dingin.
Prediksi Cuaca Melalui Perilaku Lain
Selain hujan dan dingin, kucing juga dapat memberikan indikasi perubahan cuaca lainnya. Misalnya, ketika kucing lebih banyak menggeliat dan menggoyangkan ekor, bisa jadi akan ada perubahan cuaca seperti angin kencang.
Bahkan ada kepercayaan bahwa kucing dapat merasakan gempa bumi sebelum kejadian. Tanda-tanda seperti bersembunyi atau gelisah mungkin menjadi indikator dini dari aktivitas seismik.
Kucing juga bisa menunjukkan respon terhadap badai, seperti mencakar-cakar permukaan atau mengeluarkan suara seperti merengek saat mendeteksi perubahan cuaca ekstrem.
Baca juga: Kerusuhan di Tamansari: Protes Berujung Kekacauan di Sekitar Kampus
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: