Membedah Teknik Memasak: Tumis vs. Saute dalam Kuliner
Dalam dunia memasak, teknik penitikan menjadi hal yang penting untuk dikuasai, terutama dua cara yang paling sering digunakan, yaitu tumis dan saute. Meskipun keduanya tampak serupa, terdapat perbedaan mendasar yang membuat setiap teknik unik dan menarik.
Baca juga: Pelanggaran Hak Asasi Manusia Dikonfirmasi dalam Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online
Tumis adalah metode memasak yang lebih familiar di Indonesia, sementara saute berasal dari tradisi kuliner Barat. Mari kita kupas tuntas perbedaan keduanya dan apa yang membuat masing-masing teknik ini istimewa dalam dunia masakan.
Tumis merupakan teknik memasak yang melibatkan pemanasan bahan makanan di atas wajan panas dengan sedikit penggunaan minyak. Proses ini biasanya dilakukan pada suhu tinggi, bertujuan untuk mempertahankan kelezatan serta tekstur dari bahan makanan yang digunakan.
Umumnya, teknik tumis banyak diaplikasikan pada sayuran dan daging, sehingga makanan dapat matang dengan cepat sekaligus mengeluarkan rasa alaminya. Banyak hidangan sehari-hari yang menggunakan teknik tumis, seperti capcay dan kangkung tumis.
Baca juga: Kerusuhan di Tamansari: Protes Berujung Kekacauan di Sekitar Kampus
Berbeda dengan tumis, saute berasal dari bahasa Prancis yang berarti 'loncat'. Teknik ini biasanya dilakukan di atas api sedang dengan jumlah minyak yang cukup untuk melapisi seluruh bagian wajan.
Pada metode saute, bahan makanan dimasak secara singkat sambil diaduk agar tidak gosong, dengan tujuan utama untuk mengembangkan aroma dan rasa tanpa menghilangkan kelembapan bahan. Teknik ini banyak diterapkan di restoran untuk menyajikan hidangan yang tidak hanya enak, tetapi juga menggugah selera.
Salah satu perbedaan mencolok antara teknik tumis dan saute terletak pada suhu dan cara pengadukan. Tumis cenderung dilakukan pada suhu yang lebih tinggi, di mana bahan biasanya langsung ditambahkan ke wajan tanpa banyak pemanasan awal.
Sebaliknya, teknik saute memerlukan suhu yang lebih sedang dengan pengadukan yang teratur untuk menjaga makanan dari risiko terbakar. Teknik ini memerlukan perhatian lebih untuk memperoleh hasil yang maksimal tanpa mengorbankan cita rasa asli dari bahan yang digunakan.
Baca juga: Transformasi Kamar Kecil Menjadi Ruang Cozy dengan Trik Sederhana
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: