Uji Coba Aturan Time Clock BWF di Indonesia Masters 2026
Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) mengumumkan bahwa aturan baru mengenai Time Clock akan diuji coba di Indonesia Masters 2026.
Baca juga: Pemecatan Anggota Polri Terkait Kecelakaan Maut Ojol
Aturan ini bertujuan mengurangi penundaan permainan serta meningkatkan konsistensi penegakan peraturan dalam bulu tangkis.
Dalam penerapan sistem Time Clock, pemain diharuskan siap melakukan servis dalam waktu 25 detik setelah suatu reli berakhir.
Penghitungan waktu dimulai saat wasit mencatat skor dari reli sebelumnya, sekaligus mengurangi subjektivitas dalam penilaian wasit.
Selama waktu 25 detik tersebut, pemain diperbolehkan melakukan kegiatan seperti mengelap handuk atau minum, namun penerima servis harus segera siap dan tidak diperkenankan memperlambat permainan.
Permintaan penggantian shuttlecock juga harus disampaikan segera setelah reli, dan sepenuhnya harus selesai dalam rentang waktu yang sama.
BWF menegaskan bahwa pelanggaran terhadap aturan ini dapat berujung pada sanksi yang diberikan oleh wasit, mulai dari peringatan verbal hingga kartu kuning atau merah.
Baca juga: Korea Selatan U-23 Siap Tantang Indonesia di Kualifikasi Piala Asia 2026
Pada fase uji coba ini, hanya peringatan verbal yang diterapkan, memberikan kesempatan bagi pemain untuk beradaptasi dengan peraturan baru.
BWF berharap penegakan aturan ini dapat menciptakan atmosfer permainan yang lebih teratur dan disiplin di setiap pertandingan.
Hal ini sejalan dengan tujuan utama untuk mengurangi waktu henti dalam pertandingan dan meningkatkan efisiensi.
Aturan ini akan dievaluasi setelah masa uji coba berakhir, dan pengumuman mengenai penerapannya secara permanen akan dilakukan oleh BWF.
Jika evaluasi menunjukkan hasil positif, aturan Time Clock akan diberlakukan penuh pada tahun 2026 untuk semua pertandingan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: