Puasa telah lama dianggap sebagai praktik spiritual dengan berbagai manfaat bagi kesehatan fisik dan mental. Penelitian terakhir mengungkapkan bahwa puasa dapat meningkatkan kejernihan pikiran serta konsentrasi.
Baca juga: Kritik Terhadap Penangkapan Direktur Lokataru: Komnas HAM dan DPR Suarakan Kepedulian
Para ahli psikologi menjelaskan bahwa perubahan pola makan yang terjadi selama puasa dapat memengaruhi fungsi kognitif, meningkatkan fokus dan kewaspadaan individu.
Efek Biologis Puasa terhadap Fungsi Kognitif
Selama puasa, tubuh mengalami penyesuaian metabolisme yang langsung memengaruhi fungsi otak. Penurunan kadar glukosa mendorong otak untuk menggunakan keton sebagai sumber energi alternatif, yang berpotensi meningkatkan konsentrasi.
Sebuah studi menunjukkan bahwa setelah berbuka, konsumsi makanan bergizi dapat memperbaiki proses berpikir dan memori. Nutrisi yang baik memainkan peran penting dalam mendukung fungsi otak.
Beberapa penelitian membuktikan bahwa puasa intermiten berkontribusi pada peningkatan neuroplastisitas, yang merupakan kemampuan otak dalam membentuk koneksi neural baru. Ini penting dalam proses pembelajaran dan peningkatan kemampuan kognitif.
Baca juga: Adrian Wibowo, Pemain Pertama Campuran AS-Indonesia di MLS
Pengaruh Psikologis Puasa terhadap Emosi dan Stres
Puasa berpotensi memberikan pengaruh positif terhadap pengelolaan emosi. Dengan menahan diri dari makanan, individu melatih disiplin dan meningkatkan kontrol diri atas reaksi emosional.
Ada bukti yang menunjukkan bahwa puasa dapat menurunkan tingkat stres secara signifikan. Perubahan hormonal, termasuk peningkatan kadar kortisol selama puasa, sering kali membantu individu merasakan ketenangan.
Lebih jauh, puasa menciptakan waktu untuk refleksi, yang memberikan kesempatan bagi individu untuk merenungkan dan memperbaiki pola pikir mereka, sehingga mendukung kesejahteraan mental.
Pendapat Ahli tentang Puasa dan Kesehatan Mental
Dr. Andi Setiawan, seorang psikolog, berpendapat, "Puasa membantu individu untuk lebih fokus pada diri mereka sendiri serta meningkatkan kesadaran akan pikiran dan perasaan mereka." Pendapat ini menegaskan pandangan bahwa puasa dapat berkontribusi terhadap kejernihan mental.
Dra. Siti Aisyah, seorang peneliti lainnya, menambahkan, "Adanya momen ketenangan dan pengendalian diri selama puasa dapat memperkuat kesehatan mental dan emosi seseorang."
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan puasa dapat berkontribusi terhadap penuaan yang sehat dengan meningkatkan kognisi dan memperbaiki suasana hati secara keseluruhan.
Baca juga: Menemukan Kebahagiaan dalam Hal-Hal Kecil
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: