Dengan datangnya bulan Ramadan, berbagai pertanyaan mengenai hukum mandi sebelum berpuasa mulai ramai dibicarakan. Banyak yang berpikir bahwa mandi wajib adalah syarat sah untuk berpuasa, namun pemahaman ini perlu dikoreksi.
Baca juga: Liburan Sendirian di Kota-Kota Terbaik Indonesia
Syarat sah puasa lebih pada aspek lain seperti keislaman, kedewasaan, dan kemampuan berpuasa, sehingga mandi tidak termasuk dalam ketentuan tersebut.
Hukum Mandi Wajib Sebelum Puasa
Menurut informasi dari laman NU Online, tidak ada keharusan bagi umat Muslim untuk melakukan mandi wajib sebagai syarat sah puasa. Dalam hal ini, syarat yang diperoleh dari hadits Nabi serta pendapat para ulama menjadi acuan.
Seorang Muslim boleh saja dalam kondisi junub, misalnya setelah hubungan intim, dan tetap sah puasanya meskipun belum mandi wajib sebelum imsak.
Baca juga: Mengapa Finfluencer Menjadi Panduan Utama Keuangan di Era Digital
Ini juga ditegaskan dalam kitab al-Mausu’atul Fiqhiyyah, yang menyatakan, 'Orang yang memiliki hadats junub (hadats besar), sah melaksanakan puasa meski ia belum sempat mandi besar sampai pagi puasa.'
Mengatasi Kesalahpahaman Mengenai Mandi Wajib
Ada beberapa hadis yang menunjukkan bahwa Nabi Muhammad SAW juga pernah berada dalam keadaan junub ketika menjelang puasa. Sebagaimana dikisahkan oleh Siti 'Aisyah dan Ummu Salamah, 'Kami melihat Nabi Muhammad saw pagi-pagi masih memiliki hadats junub yang bukan karena mimpi basah, lalu beliau mandi besar dan tetap melaksanakan puasa.'
Pentingnya penjelasan mengenai hukum ini adalah untuk membantu umat Islam memahami bahwa meskipun mandi itu dianjurkan, hal tersebut bukanlah syarat yang harus dipenuhi agar puasa sah. Disarankan untuk tetap menjaga kebersihan dengan mandi menjelang puasa, meskipun tidak wajib.
Anjuran Mandi Sunnah di Bulan Ramadan
Walaupun mandi wajib tidak menjadi kewajiban sebelum berpuasa, ada ajaran untuk mandi sunnah. Dalam kitab Hasyiyah al-Bajuri, disebutkan bahwa membersihkan diri menjelang Ramadan dan setiap malam di bulan Ramadan adalah praktik yang dianjurkan.
Juga penting untuk diketahui bahwa tidak ada batasan mengenai mandi sunnah ini. Semua umat Muslim, baik yang berencana menghadiri jemaah maupun tidak, diperbolehkan untuk tetap melaksanakan mandi sunnah.
Baca juga: Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke RS Polri: Memantau Korban Aksi Demonstrasi
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: