Puasa di dekat kutub bumi menjadi tantangan bagi umat Muslim karena waktu siang dan malam yang ekstrem, menyebabkan kebingungan dalam menentukan waktu berpuasa dan berbuka.
Baca juga: Menemukan Kebahagiaan dalam Hal-Hal Kecil
Dengan fenomena matahari yang tidak terbenam di musim panas, banyak yang mencari alternatif untuk menjalankan ibadah puasa sesuai syariat.
Tantangan Puasa di Daerah Kutub
Di daerah kutub, seperti Arktik dan Antartika, fenomena siang yang berkepanjangan terjadi, sehingga penentuan waktu ibadah menjadi tidak biasa.
Ketika matahari terbit dan terbenam tanpa henti di musim panas, umat Muslim harus menemukan metode alternatif untuk memulai dan mengakhiri puasa.
Baca juga: Yaqut Cholil Qoumas Diperiksa KPK Selama Hampir 7 Jam Terkait Kasus Korupsi Kuota Haji 2024
Cara Menentukan Waktu Puasa
Salah satu pendekatan yang umum digunakan adalah mengacu pada jadwal puasa dari lokasi yang lebih dekat dengan garis khatulistiwa, di mana perubahan siang dan malam lebih teratur.
Contohnya, seseorang yang tinggal di Kutub Utara mungkin mengikuti jadwal puasa dari kota terdekat dengan pola siang malam yang lebih normal, agar ibadah tetap sah.
Pendapat Ulama dan Komunitas
Banyak ulama berpendapat bahwa mengikuti waktu puasa dari daerah lain merupakan solusi praktis untuk menghadapi tantangan yang ada.
Komunitas Muslim di wilayah-wilayah ekstrem sering berkumpul untuk berdiskusi tentang waktu puasa, sehingga keputusan yang diambil dapat lebih komprehensif dan diterima oleh semua.
Baca juga: Mengapa Finfluencer Menjadi Panduan Utama Keuangan di Era Digital
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: