Sahur menjadi momen krusial bagi umat Muslim saat menjalani ibadah puasa di bulan Ramadan. Memilih makanan yang tepat dapat berpengaruh besar terhadap energi dan kesehatan sepanjang hari puasa.
Baca juga: Kunjungan Singkat Prabowo Subianto ke China: Merayakan 80 Tahun Kemenangan Perang Perlawanan Rakyat
Salah satu rekomendasi adalah memilih makanan yang kaya serat. Dengan mengonsumsi makanan ini, Anda bisa merasa kenyang lebih lama dan menjaga kesehatan pencernaan.
Jenis Makanan Tinggi Serat
Makanan tinggi serat mencakup berbagai jenis, mulai dari sayuran hijau, buah-buahan, hingga biji-bijian. Sayuran seperti bayam dan brokoli sangat baik untuk disantap saat sahur.
Buah-buahan seperti apel dan pir merupakan pilihan yang tak kalah menarik. Selain rasa yang lezat, keduanya juga memberikan serat yang cukup untuk menjaga rasa kenyang lebih lama.
Baca juga: DPR Hentikan Tunjangan Perumahan Anggota Mulai 2025, Ini Tuntutan Masyarakat
Pentingnya Serat Saat Sahur
Mengonsumsi makanan tinggi serat saat sahur membantu melancarkan pencernaan serta mencegah konstipasi. Selain itu, serat juga memperlambat proses pencernaan, yang artinya Anda bisa merasa kenyang lebih lama selama menjalankan puasa.
Menurut ahli gizi, "menambahkan serat ke dalam menu sahur membantu dalam menjaga tingkat energi yang stabil." Ini sangat penting di bulan Ramadan ketika kadar energi dapat menurun ketika berpuasa.
Menu Sahur Praktis dengan Serat
Menyusun menu sahur dengan serat tinggi sebenarnya cukup mudah dan tidak memerlukan waktu yang banyak. Misalnya, Anda dapat membuat smoothie dari pisang, bayam, dan yogurt untuk pilihan sahur yang sehat.
Alternatif lain, mencoba membuat oatmeal dengan tambahan buah-buahan kering dan kacang-kacangan. Campuran ini tidak hanya mengenyangkan, tetapi juga kaya akan nutrisi dan rasa yang lezat.
Baca juga: BEM SI Kerakyatan Batalkan Demo Karena Kondisi Jakarta yang Tidak Kondusif
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: