Nasi goreng teri Medan menjadi salah satu sajian ikonik yang dikenal dengan kelezatannya. Kombinasi rempah-rempah dan rasa gurih teri menjadikannya pilihan favorit bagi banyak orang.
Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Menjadi Warga Negara Indonesia
Hidangan ini sering dipuji sebagai makanan jalanan yang wajib dicicipi, menawarkan cita rasa yang sulit untuk dilupakan. Tidak jarang, nasi goreng teri menjadi teman makan yang sempurna bagi mereka yang suka tantangan rasa.
Sejarah dan Asal Usul Nasi Goreng Teri
Nasi goreng teri berasal dari kota Medan, Sumatera Utara. Hidangan ini diperkirakan sudah ada sejak zaman penjajahan, di mana masyarakat setempat mengolah nasi sisa menjadi makanan yang lezat.
Teri, ikan kecil yang kaya akan protein, menjadi bahan utama yang memberikan cita rasa khas. Kontradiksi antara gurihnya ikan teri dan pedasnya cabai menjadikan kombinasi ini tiada tara.
Baca juga: Sidang Kode Etik Polri Terkait Kematian Pengemudi Ojek Online
Bahan dan Cara Membuat Nasi Goreng Teri
Bahan utama yang diperlukan untuk membuat nasi goreng teri adalah nasi, teri, bawang merah, bawang putih, cabai, dan kecap manis. Teri yang digunakan biasanya adalah teri nasi, yang memiliki rasa yang lebih gurih.
Proses pembuatannya dimulai dengan menumis bawang dan cabai hingga wangi, kemudian ditambahkan teri. Setelah itu, nasi dicampurkan dan digoreng hingga semua bahan menyatu sempurna.
Kelezatan Nasi Goreng Teri Medan
Setelah disantap, nasi goreng teri meninggalkan rasa yang mendalam di lidah. Bagi penikmatnya, kelebihan nasi goreng teri adalah pada keseimbangan rasa pedas, asin, dan manis yang menyatu dengan baik.
Sering kali, hidangan ini disajikan dengan pelengkap seperti acar dan kerupuk yang menambah kenikmatan. Di Medan sendiri, nasi goreng teri dapat dengan mudah ditemukan di warung-warung dengan antrian yang panjang.
Baca juga: Pelanggaran Hak Asasi Manusia Dikonfirmasi dalam Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: