Tanaman menyimpan sejumlah cara unik untuk berkomunikasi yang mungkin belum pernah Anda ketahui sebelumnya. Mereka saling memberi tahu tentang ancaman dan kondisi lingkungan melalui sinyal yang menarik.
Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Jadi Warga Negara Indonesia
Melalui berbagai metode seperti sinyal kimia dan bahkan suara, tanaman menciptakan jaringan komunikasi yang memungkinkan mereka berkembang dalam kondisi yang menantang.
Sinyal Kimia: Bahasa Rahasia Tanaman
Tanaman mengandalkan senyawa kimia untuk mengirimkan pesan satu sama lain. Ketika menghadapi ancaman, seperti serangan hama, mereka dapat mengeluarkan senyawa yang dikenal sebagai volatile organic compounds (VOCs).
Senyawa ini tidak hanya memberitahu tanaman lain di sekelilingnya tentang bahaya yang ada, tetapi juga menarik predator hama yang dapat membantu menanggulangi serangan tersebut. Sebagai contoh, tanaman jagung dapat melepaskan VOC saat diserang belalang.
Tanaman lain yang menerima sinyal ini akan meningkatkan pertahanan mereka, membuat mereka lebih siap menghadapi potensi serangan serupa.
Baca juga: BEM SI Kerakyatan Batalkan Demo Karena Kondisi Jakarta yang Tidak Kondusif
Komunikasi Melalui Akar
Akar tanaman juga memiliki peran penting dalam komunikasi antar tanaman. Mereka bisa mengeluarkan senyawa ke dalam tanah yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman lain di sekitarnya.
Beberapa jenis tanaman, misalnya, dapat berbagi sumber nutrisi melalui sistem akar. Selain itu, ada indikasi bahwa akar dapat mengirimkan sinyal terkait keberadaan patogen di tanah.
Melalui sinyal yang dikirimkan, tanaman dapat menyesuaikan strategi pertahanan mereka, yang membuat mereka lebih mampu bertahan dari berbagai penyakit.
Suara dan Getaran: Bahasan yang Terabaikan
Selain sinyal kimia dan komunikasi akar, penelitian terkini menunjukkan bahwa tanaman juga dapat 'mendengar' dan bereaksi terhadap suara. Dalam berbagai eksperimen, tanaman yang 'mendengarkan' suara air menunjukkan respon positif dalam hal pertumbuhan.
Selain itu, peneliti menemukan bahwa tanaman dapat menghasilkan getaran dalam frekuensi tertentu saat mengalami stres. Getaran ini bisa menjadi medium bagi tanaman untuk berkomunikasi dengan tanaman lain di sekelilingnya, meskipun sering kali tidak bisa didengar oleh manusia.
Temuan ini menambah dimensi baru dalam pemahaman kita tentang bagaimana tanaman berinteraksi dan beradaptasi dengan lingkungan mereka.
Baca juga: Sherina Munaf Menyelamatkan Kucing di Tengah Kontroversi Perampokan Rumah Uya Kuya
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: