Berpuasa mengharuskan tubuh kita beradaptasi dengan berbagai perubahan akibat berkurangnya asupan cairan. Mencermati tanda-tanda kekurangan cairan sangat penting untuk menjaga kesehatan selama bulan suci ini.
Baca juga: Adrian Wibowo, Pemain Pertama Campuran AS-Indonesia di MLS
Kekurangan cairan dapat berujung pada masalah kesehatan serius seperti dehidrasi. Oleh karena itu, memahami gejala-gejala yang muncul saat berpuasa menjadi langkah awal untuk tetap terhidrasi.
Dehidrasi dan Gejalanya
Dehidrasi diartikan sebagai kondisi ketika tubuh kehilangan lebih banyak cairan daripada yang diterima. Salah satu gejala awal yang biasanya dirasakan adalah mulut kering dan rasa haus yang meningkat.
Urine yang berwarna gelap juga dapat menjadi indikator bahwa tubuh membutuhkan lebih banyak cairan. Biasanya, warna urine yang normal adalah kuning cerah, jadi bila terlihat lebih pekat, segeralah minum lebih banyak.
Tanda lain yang sering muncul adalah kelelahan yang tidak biasa. Dehidrasi dapat mengakibatkan penurunan energi yang drastis, membuat kita merasa lemah dan kurang fokus.
Baca juga: Kunto Aji : Tanggung Jawab Anggota DPR Harus Diterima Seutuhnya
Tanda Fisik Lainnya
Salah satu tanda fisik yang perlu dicermati adalah kondisi kulit yang kering dan tidak elastis. Jika kulit terasa kaku saat dicubit dan tidak cepat kembali ke posisi semula, ini bisa jadi pertanda adanya kekurangan cairan.
Kepala pusing atau sakit kepala juga merupakan sinyal bahwa tubuh tidak mendapatkan cukup cairan. Pembuluh darah dapat menyempit akibat kurangnya cairan, yang mengakibatkan aliran darah ke otak terganggu.
Menariknya, rasa lapar yang tidak biasa kadang muncul ketika tubuh kekurangan cairan. Tubuh kita terkadang memberikan sinyal haus alih-alih rasa lapar.
Cara Menghindari Dehidrasi Saat Puasa
Salah satu metode efektif untuk menghindari dehidrasi adalah dengan meminum cukup air setelah berbuka dan sebelum sahur. Perhatikan volume cairan yang masuk ke tubuh, jangan hanya sekadar minum.
Memasukkan buah dan sayuran yang kaya air ke dalam menu sahur dapat membantu meningkatkan asupan cairan. Buah seperti semangka dan mentimun adalah pilihan yang sangat baik.
Hindari minuman berkafein dan manis yang dapat mempercepat dehidrasi. Sebagai alternatif, pilihlah air putih, atau coba infused water dengan potongan buah.
Baca juga: Mengapa Finfluencer Menjadi Panduan Utama Keuangan di Era Digital
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: