Kurang tidur bisa menjadi faktor utama yang mempengaruhi kenaikan berat badan, terutama pada remaja. Dr. Nur Aisiyah Widjaja dari Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga menekankan pentingnya regulasi tidur untuk menghindari risiko obesitas.
Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Gagal Menang Melawan Laos di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Pola tidur yang tidak teratur dan kebiasaan begadang berdampak negatif pada produksi hormon dalam tubuh. Menurutnya, jam tidur ideal adalah sebelum pukul 21.00 untuk menjaga keseimbangan kesehatan.
Pola Tidur dan Hormon dalam Tubuh
Dr. Aisiyah menjelaskan bahwa tidur yang cukup membantu dalam produksi hormon melatonin, yang penting untuk mengatur siklus tidur. Jika seseorang tidur lebih larut dari pukul 21.00, produksi melatonin dapat terganggu.
Beliau juga menyatakan, "Jika tidur lewat dari jam itu, maka produksi melatonin terganggu dan digantikan oleh hormon leptin yang memicu rasa lapar dan keinginan makan, khususnya ngemil."
Gangguan dalam produksi hormon ini dapat menyebabkan pola makan yang buruk, sering kali diiringi dengan konsumsi makanan tidak sehat, terutama di kalangan remaja.
Baca juga: Tragedi Penembakan Staf KBRI di Lima: Zetro Leonardo Purba Meninggal Dunia
Risiko Makanan Tinggi Kalori Saat Begadang
Kebiasaan begadang seringkali disertai dengan konsumsi makanan berkalori tinggi, seperti mie instan dan gorengan. Dr. Aisiyah menganjurkan, "Makan mie instan di malam hari sangat tidak direkomendasikan. Kandungan kalorinya tinggi, apalagi jika ditambah telur yang mengandung lemak dan protein."
Beliau menekankan bahwa tingginya kalori dari makanan ini, ditambah dengan minimnya aktivitas fisik saat malam, akan lebih cenderung disimpan sebagai lemak dalam tubuh.
Oleh karena itu, penting untuk memperhatikan apa yang kita konsumsi ketika larut malam agar berat badan tetap terjaga.
Stres dan Kualitas Tidur yang Buruk
Kualitas tidur juga dipengaruhi oleh tingkat stres yang dialami seseorang. Stres dapat menyebabkan tubuh melepaskan hormon kortisol, yang pada gilirannya mengganggu pola tidur.
Dr. Aisiyah menggarisbawahi, "Peningkatan hormon kortisol menghambat pelepasan melatonin, memperburuk kualitas tidur yang dibutuhkan untuk kesehatan."
Ia merekomendasikan untuk berusaha tidur sebelum pukul 21.00, makan terakhir sebelum pukul 19.00, serta menghindari kebiasaan mengerjakan tugas semalaman untuk menjaga kualitas tidur.
Baca juga: Mengapa Finfluencer Menjadi Panduan Utama Keuangan di Era Digital
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: