Senin, 05 JANUARI 2026 • 17:32 WIB

Membongkar Mitos Sarapan: Apakah Selalu Harus Sehat?

Author

Membongkar Mitos Sarapan: Apakah Selalu Harus Sehat?

Sarapan sering dianggap sebagai waktu makan yang tidak boleh dilewatkan. Namun, apakah memang harus selalu sehat untuk memberikan manfaat yang maksimal?

Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Gagal Menang Melawan Laos di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026

Studi terbaru menunjukkan bahwa pilihan sarapan yang baik memang dapat memengaruhi energi dan produktivitas kita, tetapi banyak faktor lain yang berperan.

Manfaat Memulai Hari dengan Sarapan

Penelitian menunjukkan bahwa sarapan dapat meningkatkan konsentrasi dan produktivitas seseorang. Dalam jurnal Nutritional Neuroscience, disebutkan bahwa sarapan berkontribusi pada peningkatan mood dan kemampuan kognitif.

Meskipun sarapan dapat membantu dalam pengaturan berat badan, tidak semua individu merasakan dampak positif yang sama. Beberapa orang justru merasa lebih bertenaga ketika melewatkan sarapan dan mengatur pola makannya sepanjang hari.

Menurut Dr. Andi, seorang ahli gizi, 'Sarapan dengan gizi yang baik bisa mendukung keseharian, tetapi tidak selalu menjadi keharusan.'

Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Jadi Warga Negara Indonesia

Pilihan Sarapan Sehat vs. Tidak Sehat

Sarapan seperti oatmeal, buah, dan yogurt sering kali dianggap pilihan yang sehat. Namun, makanan yang dianggap tidak sehat seperti roti isi cokelat atau nasi goreng juga bisa menjadi alternatif yang memuaskan.

Kesukaan menunjukkan bahwa orang memiliki preferensi berbeda dalam memilih sarapan, yang sering kali terpengaruh oleh kebudayaan dan kebiasaan masing-masing. Ini membuktikan bahwa pilihan sarapan bukan hanya tentang kesehatan.

Dr. Rina, dokter spesialis gizi, menambahkan, 'Konsumsi sarapan yang tidak sehat sekali-sekali tidak langsung berdampak negatif bagi kesehatan. Yang terpenting adalah bagaimana kita mengatur pola makan secara keseluruhan.'

Mengapa Memperhatikan Kebiasaan Sarapan Itu Penting

Mengawasi kebiasaan sarapan diharapkan dapat membantu meningkatkan pola makan kita. Keseimbangan nutrisi selama hari-hari sibuk adalah tantangan tersendiri, namun sarapan memainkan peran yang signifikan.

Kebosanan dalam pilihan sarapan dapat mengakibatkan seseorang kehilangan kesempatan untuk mengonsumsi makanan bergizi. Oleh karena itu, mengenali variasi dalam pilihan sarapan penting untuk menjaga motivasi dan kesehatan.

Jika seseorang merasa lebih baik tanpa sarapan, itu juga sah-sah saja. 'Mengetahui kebutuhan tubuh sendiri adalah kunci untuk mengatur pola makan yang baik,' ungkap Dr. Agus, ahli diet ternama di Jakarta.

Baca juga: Presiden Prabowo Subianto Tetap Berangkat ke China Setelah Situasi Pulih

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU