Makanan manis sering dipilih sebagai pelipur lara saat suasana hati sedang kurang baik. Namun, konsumsi gula yang berlebihan justru dapat menyebabkan fluktuasi mood yang tidak nyaman.
Baca juga: Korea Selatan U-23 Siap Tantang Indonesia di Kualifikasi Piala Asia 2026
Dalam artikel ini, kita akan membahas lebih dalam tentang bagaimana makanan manis mempengaruhi emosi dan efek jangka pendek serta jangka panjang yang mungkin terjadi.
Bagaimana Makanan Manis Memengaruhi Otak
Ketika makanan manis dikonsumsi, otak akan melepaskan dopamin, hormon yang terkait dengan rasa bahagia. Hal inilah yang membuat banyak individu merasa bersemangat setelah makan cokelat atau kue.
Namun, efek dari dopamin ini bersifat sementara. Biasanya, setelah mencapai puncak, individu akan merasa 'down' saat pengaruh gula tersebut mulai memudar.
Dr. Sarah Alverson, seorang ahli gizi, menyatakan, "Asupan gula yang berlebihan dapat menyebabkan lonjakan energi yang cepat, tetapi diikuti dengan penurunan yang tajam, membuat mood kita berfluktuasi."
Baca juga: Google Tanggapi Masalah Keamanan di Layanan Gmail
Dampak Jangka Pendek dan Jangka Panjang
Dalam jangka pendek, makanan manis bisa memberikan kebahagiaan dalam sekejap. Namun, jika konsumsi gula berlebihan terus berlanjut, hal ini dapat berujung pada masalah kesehatan yang lebih serius seperti diabetes dan depresi.
Penelitian menunjukkan bahwa individu yang lebih sering mengonsumsi makanan manis cenderung mengalami gejala depresi yang lebih tinggi. Ketidakstabilan kadar gula darah ternyata mempunyai korelasi langsung dengan pergeseran mood.
Misalnya, seseorang yang mengikuti diet tinggi gula dapat merasakan siklus mood yang lebih ekstrem. Mereka bisa saja merasa bahagia di satu hari dan sebaliknya di hari berikutnya.
Mengatur Asupan Gula dengan Bijak
Untuk menjaga mood tetap stabil, manajemen konsumsi gula menjadi penting. Memilih makanan manis yang alami, seperti buah, bisa jadi pilihan yang lebih bijaksana.
Kandungan serat dalam buah-buahan membantu memperlambat proses pelepasan gula ke dalam aliran darah. Dengan demikian, kita dapat menghindari lonjakan dan penurunan energi yang tiba-tiba.
Dr. Alverson mengingatkan, "Penting untuk seimbang dalam asupan. Makanan yang manis perlu dinikmati, tetapi dengan porsi yang seimbang dan tidak berlebihan."
Baca juga: Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke RS Polri: Memantau Korban Aksi Demonstrasi
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: