Senin, 29 DESEMBER 2025 • 12:08 WIB

Mengapa Otot Menjadi Kaku Setelah Duduk Terlalu Lama?

Author

Mengapa Otot Menjadi Kaku Setelah Duduk Terlalu Lama?

Banyak yang mungkin merasa otot-ototnya kaku setelah duduk dalam waktu lama, dan ini bukan tanpa alasan. Fenomena ini memiliki penjelasan ilmiah yang cukup menarik.

Baca juga: Apple Siap Luncurkan iPhone 17 Series Tanpa Slot SIM Tray

Duduk dalam waktu yang panjang dapat memengaruhi sirkulasi darah, menyebabkan otot menjadi tegang dan tidak nyaman. Mari kita telusuri lebih dalam penyebab dari kekakuan otot ini.

Pengaruh Posisi Duduk Terhadap Otot

Posisi duduk yang tidak tepat dapat menyebabkan otot mengalami tekanan berlebih. Ketika kita duduk dengan postur yang kurang baik, sirkulasi darah di area tertentu bisa terganggu.

Kondisi ini berpotensi mengurangi aliran oksigen ke otot, yang bisa menyebabkan kekakuan dan nyeri. Otot yang kekurangan pasokan oksigen juga sering kali lebih rentan terhadap kerusakan.

Selain itu, posisi duduk statis dalam waktu lama dapat menyebabkan hipertonus, yaitu ketegangan otot yang berlebihan. Hal ini mengakibatkan otot tidak dapat berfungsi dengan baik.

Baca juga: Yaqut Cholil Qoumas Diperiksa KPK Selama Hampir 7 Jam Terkait Kasus Korupsi Kuota Haji 2024

Dampak Terhadap Sirkulasi Darah

Duduk terlalu lama hampir selalu berujung pada penurunan sirkulasi darah. Saat sirkulasi dihentikan, otot bisa menjadi tidak hanya kaku tetapi juga membengkak.

Studi menunjukkan bahwa duduk lebih dari empat jam tanpa bergerak dapat meningkatkan risiko masalah kesehatan lain, termasuk trombosis vena dalam (DVT). Hal ini memberi dampak negatif pada kinerja otot yang tidak mendapatkan aliran darah yang cukup.

Mengingat betapa pentingnya sirkulasi darah bagi kesehatan otot, perhatian terhadap dinamika ini sangat diperlukan dalam aktivitas sehari-hari.

Mencegah dan Mengatasi Kekakuan Otot

Untuk menjaga agar otot tetap elastis, dianjurkan untuk bergerak setiap 30 menit sekali. Meluangkan waktu untuk melakukan stretching ringan atau berdiri sejenak dapat sangat membantu.

Memperbaiki posisi duduk dan menggunakan kursi yang ergonomis juga dapat mengurangi tekanan pada otot. Dengan demikian, risiko kekakuan otot bisa diminimalisir.

Konsistensi dalam bergerak menjadi kunci; semakin diatur waktu duduk dan bergerak, semakin baik kesehatan otot dan sirkulasi darah yang didapat.

Baca juga: Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke RS Polri: Memantau Korban Aksi Demonstrasi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU