Rabu, 24 DESEMBER 2025 • 10:50 WIB

Mengapa Rasa Gurih Menempel di Ingatan Lebih Lama daripada Manis

Author

Mengapa Rasa Gurih Menempel di Ingatan Lebih Lama daripada Manis

Rasa gurih terbukti lebih mampu meninggalkan kesan mendalam pada ingatan kita dibandingkan rasa manis. Penelitian menunjukkan adanya faktor neurobiologis dan emosional yang berkontribusi pada fenomena ini.

Baca juga: Kritik Terhadap Penangkapan Direktur Lokataru: Komnas HAM dan DPR Suarakan Kepedulian

Neurobiologi Rasa

Setiap rasa yang kita nikmati ditempatkan dalam kerangka sistem saraf dan otak. Studi menunjukkan bahwa rasa gurih, yang menuangkan asam amino dan protein, memicu respons otak yang lebih intens ketimbang rasa manis.

Senyawa umami, yang berasal dari asam glutamat, memiliki peran penting dalam menghidupkan kedalaman rasa. Umami banyak ditemukan dalam berbagai kelezatan, seperti daging dan kaldu yang kaya akan protein.

Sistem dopamin dalam otak juga berkontribusi terhadap penguatan ingatan akan rasa. Ketika kita mengonsumsi makanan gurih, indikator aktivitas otak menunjukkan reaksi yang lebih kuat, menjadikan rasa tersebut lebih mudah tertanam dalam ingatan.

Pengalaman Kuliner dan Hubungan Emosional

Makanan sering kali terikat erat dengan kenangan emosional, dan rasa gurih biasanya hadir dalam hidangan yang terkait dengan peristiwa spesial. Misalnya, masakan rumahan yang dimasak oleh orang tercinta cenderung meninggalkan kesan mendalam.

Baca juga: Inovasi Dolby Vision 2: Pengalaman Menonton yang Lebih Hidup

Ketika merasakan rasa gurih, elemen nostalgia sering kali menyertainya. Hal ini membuat kenangan akan hidangan gurih lebih lama teringat, dibandingkan makanan manis yang cenderung bersifat temporer.

Penelitian menunjukkan bahwa berbagi hidangan gurih dalam konteks sosial dapat meningkatkan makna pengalaman tersebut. Makan bersama keluarga atau teman sambil menikmati hidangan gurih menciptakan ikatan emosional yang lebih kuat.

Keterikatan dalam Pilihan Makanan

Secara umum, orang lebih cenderung memilih makanan gurih sebagai hidangan utama, sementara makanan manis sering kali dijadikan pencuci mulut. Biasanya, ini menunjukkan ketertarikan alami terhadap rasa gurih dalam pola makan sehari-hari.

Dalam banyak budaya, makanan gurih menjadi ikon di meja makan. Dari nasi goreng hingga rendang dan soto, semua termasuk dalam kategori hidangan gurih yang sulit untuk dilupakan.

Bahkan, berbagai restoran kini menawarkan menu berbasis rasa gurih sebagai andalan. Hal ini mencerminkan tingginya permintaan akan makanan dengan cita rasa gurih, yang menjadi elemen vital dalam tradisi kuliner.

Baca juga: Penyelidikan Penjarahan di Rumah Eko Patrio: Polisi Komitmen Ungkap Pelaku

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU