Setelah era WFH, banyak anak muda sadar bahwa mereka butuh fleksibilitas. Bukan malas, tapi ritme hidup modern memang beda.
Kantor yang kaku, jam yang fix, dan budaya kerja jadul terasa outdated buat generasi sekarang yang lebih kreatif dan adaptif.
Lingkungan kerja yang toxic juga jadi alasan besar. Banyak anak muda menghindari drama kantor dan hierarki yang nggak sehat.
Anak muda juga mencari pekerjaan yang punya makna. Mereka nggak mau kerja hanya demi gaji. Mereka ingin impact.
Di sisi lain, banyak kantor belum siap mengubah budaya kerja. Ini bikin gap besar antara perusahaan dan generasi baru.
Solusinya bukan memaksa, tapi menyesuaikan. Dunia berubah, dan cara kerja juga harus berubah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: