Kamis, 30 OKTOBER 2025 • 16:05 WIB

Fenomena Digital Detox: Menjauh dari Teknologi demi Kesehatan Mental

Author

Fenomena Digital Detox: Menjauh dari Teknologi demi Kesehatan Mental

Di era digital saat ini, fenomena digital detox semakin banyak dibicarakan sebagai respons terhadap serbuan notifikasi dan informasi yang tiada henti.

Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Jadi Warga Negara Indonesia

Banyak individu mulai menyadari pentingnya mengambil waktu untuk menjauh dari perangkat elektronik demi kesehatan mental dan kesejahteraan pribadi.

Pengertian Digital Detox

Digital detox adalah praktik di mana individu sengaja membatasi atau menghentikan penggunaan perangkat digital seperti smartphone, tablet, dan komputer selama periode tertentu.

Tujuan utama dari digital detox adalah untuk mengurangi stres dan kecemasan yang disebabkan oleh overload informasi dan interaksi digital yang berlebihan.

Sebagian orang melakukannya dengan menetapkan jadwal khusus untuk tidak menggunakan teknologi, sementara yang lain mungkin melakukan liburan jauh dari perangkat digital.

Baca juga: Kasus Brimob Melindas Pengemudi Ojek Online: Menuju Jalur Pidana

Dampak Positif Digital Detox

Penelitian menunjukkan bahwa pengurangan penggunaan perangkat digital dapat meningkatkan kualitas tidur, memperbaiki tingkat konsentrasi, dan meningkatkan interaksi sosial antar individu secara langsung.

Sebagaimana dikutif oleh seorang psikolog, 'Sebuah waktu tanpa gadget memberikan kesempatan bagi seseorang untuk lebih terhubung dengan diri sendiri dan lingkungan sekitar.'

Kegiatan seperti berjalan-jalan di alam, membaca buku, atau berinteraksi dengan teman dan keluarga dapat menjadi pengganti yang bermanfaat selama digital detox.

Tantangan dalam Melakukan Digital Detox

Meskipun bermanfaat, praktik digital detox juga dihadapkan pada berbagai tantangan, terutama bagi mereka yang sangat bergantung pada teknologi untuk aktivitas sehari-hari.

Kekhawatiran akan kehilangan informasi penting atau tidak dapat berkomunikasi dengan orang lain sering kali menjadi penghalang utama dalam menerapkan digital detox.

Sebagian orang juga merasa cemas saat harus menjauh dari media sosial, yang telah menjadi bagian integral dari kehidupan mereka.

Baca juga: Sherina Munaf Menyelamatkan Kucing di Tengah Kontroversi Perampokan Rumah Uya Kuya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author

Ajeng

Editor
TERPOPULER
BERITA TERBARU