Minggu, 19 OKTOBER 2025 • 18:22 WIB

Cara Bijak Menggunakan Media Sosial untuk Kesehatan Mental

Author

Cara Bijak Menggunakan Media Sosial untuk Kesehatan Mental

Media sosial sering kali menjadi sumber tekanan mental bagi penggunanya. Mengetahui cara bijak menggunakan platform ini sangat penting agar tidak terjebak dalam pola pikir yang berlebihan.

Baca juga: Kasus Brimob Melindas Pengemudi Ojek Online: Menuju Jalur Pidana

Dengan memahami batasan dan menemukan cara positif dalam berinteraksi, kita bisa menjadikan media sosial sebagai sarana produktif, bukan beban pikiran.

Mengatur Waktu Penggunaan Media Sosial

Salah satu langkah paling efektif untuk mencegah overthinking adalah dengan mengatur waktu penggunaan media sosial. Tetapkan batasan waktu harian agar tidak terjebak dalam scrolling tanpa tujuan yang jelas.

Gunakan fitur digital wellbeing pada ponsel Anda untuk memantau penggunaan aplikasi. Dengan demikian, Anda dapat lebih sadar dalam mengelola waktu.

Saat menghabiskan waktu di media sosial, pastikan Anda memiliki tujuan yang jelas, entah itu untuk mencari informasi, mengikuti tren, atau menjalin komunikasi dengan teman. Ini membantu mengurangi rasa bingung yang sering muncul akibat informasi yang terlalu banyak.

Baca juga: ASN DKI Jakarta Kembali Bekerja di Kantor, WFH Dicatat

Memilih Konten yang Positif

Konten yang kita konsumsi di media sosial sangat memengaruhi suasana hati. Pilihlah akun dan konten yang memberikan inspirasi, motivasi, dan informasi bermanfaat.

Bersihkan timeline Anda dari konten yang membuat stres atau negatif. Hal ini tercapai dengan melakukan unfollow atau mute akun-akun yang tidak sejalan dengan keinginan Anda.

Sadarilah efek dari konten yang kita lihat: informasi negatif bisa memicu overthinking. Oleh karena itu, berinvestasilah dalam konten yang membuat Anda merasa baik dan berenergi.

Berinteraksi dengan Sehat

Media sosial dirancang untuk interaksi, namun perlu diingat bahwa tidak semua interaksi itu sehat. Jaga komunikasi dengan cara yang positif dan hindari debat yang berlebihan yang hanya menambah stress.

Cobalah untuk berfokus pada percakapan yang konstruktif. Dalam grup atau komunitas, pilih topik yang menjalin kedekatan, bukan yang memicu perdebatan.

Ingat bahwa bukan semua pendapat lain harus ditanggapi secara serius. Kadang-kadang, cukup membiarkan beberapa pernyataan menggelincir tanpa perlu dipikirkan berlebihan.

Baca juga: Penangkapan ‘Profesor R’ Terkait Aksi Demo Ricuh di Jakarta

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU