Quiet luxury, konsep fashion minimalis, telah menarik perhatian global dengan memfokuskan pada kesederhanaan dan kualitas bahan, bukan pada logo mencolok.
Baca juga: Direktur Lokataru Ditangkap: Kontroversi Penghasutan dan Kebebasan Sipil
Dalam konteks Indonesia, tren ini semakin diterima luas, menggugah kesadaran akan pentingnya estetika yang tak berlebihan.
Asal Usul Quiet Luxury
Konsep quiet luxury berakar dari kritik terhadap kemewahan berlebihan dan pola konsumsi di industri mode.
Istilah ini mulai mendapatkan tempat dalam pembicaraan fashion seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap produk yang beretika dan berkelanjutan.
Baca juga: Kericuhan di Bandung: Tembakan Gas Air Mata dan Provokasi di Depan Kampus
Ciri-Ciri Fashion Minimalis
Fashion minimalis ditandai dengan penggunaan palet warna netral dan siluet yang sederhana, tanpa menghampakan keanggunan.
Karya-karya dalam kategori ini umumnya menggunakan bahan berkualitas tinggi, memastikan daya tahan yang lebih lama dan kenyamanan bagi penggunanya.
Quiet Luxury di Indonesia
Di Indonesia, quiet luxury mulai diterima di kalangan masyarakat urban, dengan brand lokal mengadopsi prinsip ini dalam koleksi mereka.
Pandemi memicu perubahan dalam cara berpikir masyarakat, yang kini lebih kritis dalam memilih fashion dan lebih memperhatikan dampak lingkungan dari pilihan tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: