Tips Sehat Menjaga Pencernaan di Akhir Ramadan
Penghujung Ramadan adalah momen yang membawa tradisi serta perubahan pola makan. Terpenting, menjaga kesehatan pencernaan di periode ini diperlukan untuk menghindari masalah kesehatan yang umum terjadi.
Baca juga: Kritik Terhadap Penangkapan Direktur Lokataru: Komnas HAM dan DPR Suarakan Kepedulian
Kebiasaan makan yang berubah drastis selama bulan suci bisa memicu gangguan pencernaan, mulai dari sembelit hingga gangguan lambung. Oleh karena itu, penting untuk mengambil langkah-langkah preventif.
Selama bulan Ramadan, umat Muslim menjalani puasa dari fajar hingga maghrib, yang mengubah kebiasaan makan mereka. Momen sahur dan berbuka puasa menjadi titik kritis dalam konsumsi makanan.
Perubahan ini dapat menyebabkan masalah pencernaan, terutama jika makanan yang dikonsumsi tidak seimbang. Misalnya, saat berbuka, makanan tinggi lemak dan gula dapat memperburuk kondisi pencernaan.
Menurut Dr. Andi, seorang ahli gizi, "Konsentrasi makanan berat dan manis saat berbuka tanpa memberikan jeda dapat menyebabkan lambung tertekan." Ini menunjukkan pentingnya menyusun pola makan yang lebih efektif.
Baca juga: Pelanggaran Hak Asasi Manusia Dikonfirmasi dalam Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online
Sembelit, diare, dan perut kembung adalah beberapa gangguan pencernaan yang sering muncul menjelang akhir Ramadan. Ini bisa terjadi akibat pengaturan pola makan yang tidak sehat.
Data dari Kementerian Kesehatan RI menunjukkan bahwa frekuensi kunjungan ke rumah sakit meningkat akibat gangguan pencernaan selama bulan puasa. Hal ini menunjukkan perlunya perhatian lebih terhadap kebiasaan makan.
Dr. Rina, seorang gastroenterolog, menyoroti, "Konsumsi serat yang rendah dan dehidrasi merupakan dua faktor utama yang memicu masalah pencernaan pada akhir Ramadan." Jadi penting bagi setiap orang untuk memperhatikan jenis dan jumlah makanan yang dikonsumsi.
Mengadopsi pola makan seimbang yang mencakup sayur, buah-buahan, dan cukup air adalah langkah penting. Asupan serat yang cukup sangat berperan dalam menjaga kesehatan pencernaan.
Melakukan aktivitas fisik secara teratur setelah berbuka puasa juga sangat membantu, seperti berjalan kaki minimal 30 menit. Kegiatan ini bisa memperlancar proses pencernaan.
Jangan lupa untuk memberikan jeda waktu antara sahur dan berbuka, agar lambung tidak dibebani langsung. Kementerian Kesehatan mengungkapkan, "Pemberian waktu untuk lambung beradaptasi dengan makanan yang masuk menjadi kunci untuk mencegah gangguan pencernaan."
Baca juga: BEM SI Kerakyatan Batalkan Demo Karena Kondisi Jakarta yang Tidak Kondusif
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: