BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Kamis, 26 FEBRUARI 2026 • 23:55 WIB

Menghadapi Tantangan Sosial Saat Bukber di Bulan Ramadan

Menghadapi Tantangan Sosial Saat Bukber di Bulan RamadanMenghadapi Tantangan Sosial Saat Bukber di Bulan Ramadan

Di bulan Ramadan, kegiatan berbuka puasa bersama atau yang biasa disebut bukber, menjadi salah satu tradisi yang kian populer di Indonesia. Meskipun terlihat menyenangkan, bukber sering kali membawa tekanan sosial yang tidak ringan bagi sebagian orang.

Baca juga: Pemecatan Anggota Polri Terkait Kecelakaan Maut Ojol

Tekanan ini dapat berkisar dari keharusan untuk menghadiri setiap undangan hingga kekhawatiran akan penilaian sosial. Mari kita telaah lebih jauh tentang fenomena ini dan cara-cara untuk menghadapinya.

Pengertian dan Fenomena Bukber

Bukber adalah tradisi berbuka puasa bersama yang semakin banyak digemari masyarakat Indonesia. Kegiatan ini melibatkan teman, keluarga, dan kolega untuk menambah suasana kebersamaan di bulan suci.

Namun, tradisi ini tidak lepas dari tekanan yang besar, seperti harapan untuk hadir di semua undangan. Hal ini sering kali mengakibatkan kelelahan, baik fisik maupun mental.

Banyak orang merasa terjebak dalam ekspektasi sosial yang tinggi, terutama bagi mereka yang tidak memiliki kemampuan finansial yang cukup atau sudah memiliki komitmen lain.

Baca juga: Kunto Aji Soroti Tanggung Jawab Anggota Dewan dan Perjuangan Masyarakat

Tanda-Tanda Tekanan Sosial

Salah satu gejala tekanan sosial yang muncul adalah rasa cemas jika tidak dapat menghadiri bukber. Rasa bersalah ini sering kali menyertai dan menambah beban emosional.

Di era digital, muncul pula tekanan untuk menunjukkan aktivitas sosial di media sosial. Banyak yang merasa perlu memposting foto atau status terkait bukber, menambah beban untuk tampil aktif.

Terdapat pula individu yang merasa harus mengeluarkan lebih banyak uang untuk mengikuti acara bukber yang terlihat mewah atau 'Instagrammable', meskipun dana mereka terbatas.

Cara Mengatasi Tekanan Sosial Bukber

Untuk meredakan tekanan ini, langkah pertama yang perlu dilakukan adalah menetapkan prioritas. Jika ada undangan yang terasa memberatkan, penting untuk memiliki keberanian untuk mengatakan tidak tanpa merasa bersalah.

Mencari alternatif lain, seperti mengadakan bukber yang lebih sederhana atau bahkan virtual, bisa membantu mengurangi tekanan finansial dan waktu.

Komunikasi yang terbuka dengan teman atau keluarga juga sangat penting. Dengan berbagi perasaan, kita mungkin menemukan bahwa banyak orang lainnya juga mengalami tekanan yang sama.

Baca juga: Kunto Aji : Tanggung Jawab Anggota DPR Harus Diterima Seutuhnya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Menghadapi Tantangan Sosial Saat Bukber di Bulan Ramadan

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!