Kecantikan Glass Skin: Tren Abadi dalam Dunia Make Up
Tren make up 'glass skin' masih diminati di kalangan penggiat kecantikan di Indonesia. Hasil akhir yang lembap dan bersinar membuat banyak orang beralih ke teknik ini.
Baca juga: Presiden Prabowo Subianto Tetap Berangkat ke China Setelah Situasi Pulih
Baik influencer maupun acara-acara besar, 'glass skin' menjadi pilihan utama untuk menghadirkan cahaya alami pada wajah. Berbagai produk kecantikan pun diciptakan khusus untuk mencapai tampilan yang diidamkan ini.
Konsep 'glass skin' berawal dari Korea Selatan, dengan fokus pada kulit yang tampak halus seperti kaca. Ini mencakup tampilan cerah, lembap, dan sehat, yang memberikan kesan ideal bagi banyak orang.
Lebih dari sekadar penampilan, 'glass skin' juga mencerminkan pentingnya perawatan kulit yang mendalam. Langkah-langkah perawatan kulit yang tepat menjadi faktor penting untuk mencapai hasil yang memuaskan.
Untuk mendapatkan 'glass skin', penting untuk memulai dengan rutinitas skincare yang baik. Penggunaan pembersih lembut, toner, serum, dan pelembap merupakan kunci untuk mempersiapkan kulit.
Baca juga: Adrian Wibowo, Pemain Pertama Campuran AS-Indonesia di MLS
Selanjutnya, penggunaan primer membantu memberikan efek halus sebelum aplikasikan foundation. Memilih foundation dengan finish dewy juga sangat dianjurkan untuk hasil yang optimal.
Jangan lupakan penambahan highlighter di area strategis seperti tulang pipi dan hidung untuk menambah kesan bercahaya yang diinginkan.
Beragam produk dapat membantu dalam menciptakan tampilan 'glass skin'. Serum yang kaya akan hyaluronic acid sangat direkomendasikan untuk memberikan kelembapan tambahan yang dibutuhkan.
Krim BB atau CC juga menjadi favorit, karena selain dapat menutupi kekurangan, produk ini memberikan finish lembut dan lembap.
Tidak kalah penting adalah penggunaan tabir surya, yang tetap harus diterapkan meskipun fokusnya pada tampilan menarik, untuk melindungi kulit dari sinar matahari.
Baca juga: Calvin Verdonk Dekat dengan Lille: Peluang Baru untuk Talenta Indonesia
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: