BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Sabtu, 14 FEBRUARI 2026 • 23:48 WIB

Menelusuri Sejarah dan Tradisi Seputar Hari Cinta yang Diperingati Setiap 14 Februari

Menelusuri Sejarah dan Tradisi Seputar Hari Cinta yang Diperingati Setiap 14 FebruariMenelusuri Sejarah dan Tradisi Seputar Hari Cinta yang Diperingati Setiap 14 Februari

Hari Cinta yang diperingati setiap 14 Februari selalu menjadi saat yang spesial bagi banyak pasangan di seluruh dunia. Tradisi ini telah ada selama ratusan tahun dan terus mengalami evolusi hingga kini.

Baca juga: Inovasi Dolby Vision 2: Pengalaman Menonton yang Lebih Hidup

Setiap tahunnya, orang-orang mengekspresikan perasaan mereka dengan cara yang unik, mulai dari memberi bunga hingga menikmati makan malam romantis.

Asal Usul Hari Cinta

Sejarah Hari Cinta berakar dari kisah Santo Valentinus, seorang pendeta di Roma yang dihukum mati pada sekitar tahun 269 M. Dia menentang larangan menikahi prajurit Roma, yang saat itu menjadi kebijakan pemerintah.

Dikatakan, sebelum dieksekusi, Santo Valentinus mengirim surat kepada teman wanitanya dari penjara, mengakhiri dengan 'dari kekasihmu'. Hal ini menjadi simbol awal mula tradisi mengirimkan surat cinta.

Dengan berjalannya waktu, tanggal peringatan Santo Valentinus ini diasosiasikan dengan ungkapan kasih sayang. Di Eropa pada abad ke-14, perayaan ini mulai dilakukan dengan berbagai kegiatan yang meriah.

Baca juga: Tragedi Penembakan Staf KBRI di Lima: Zetro Leonardo Purba Meninggal Dunia

Tradisi di Seluruh Dunia

Di berbagai negara, cara perayaan Hari Cinta sangat bervariasi. Di Amerika Serikat, pasangan saling memberi bunga, cokelat, dan biasanya mengadakan makan malam romantis untuk merayakannya.

Sebaliknya, di Jepang, ada tradisi unik di mana para wanita memberi cokelat kepada pria pada 14 Februari, dan satu bulan setelahnya, pria membalas dengan memberikan hadiah pada 'White Day'.

Di Indonesia, meskipun perayaan ini bukan bagian dari tradisi lokal, banyak pasangan muda mulai ikut serta. Mereka merayakannya dengan memberikan hadiah kecil atau menghabiskan waktu bersama di kafe.

Perubahan Makna dan Kontroversi

Seiring waktu, makna Hari Cinta mengalami transformasi. Banyak yang melihat perayaan ini sebagai komersialisasi, di mana produk-produk tertentu dijual dengan harga yang cukup tinggi untuk menyambut hari istimewa ini.

Di sejumlah kalangan, terdapat penolakan terhadap perayaan ini yang dianggap tidak sesuai dengan budaya setempat. Beberapa orang berpendapat bahwa perayaan ini bisa merusak nilai-nilai romantis yang sejati.

Namun, tak sedikit yang percaya bahwa cinta tetap perlu untuk dirayakan. Terlepas dari sisi komersialnya, banyak pasangan tetap mengekspresikan ungkapan cinta yang tulus pada hari ini.

Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool: Transfer yang Mengguncang Bursa

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Menelusuri Sejarah dan Tradisi Seputar Hari Cinta yang Diperingati Setiap 14 Februari

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!