Video-video tenang seperti hujan, suara ombak, ASMR, atau cozy study vlog makin rame ditonton. Mungkin terdengar membosankan, tapi justru itu yang dicari: rasa tenang.
Anak muda hidup di era penuh stimulus: chat, target kerja, deadline, masalah hubungan, kecemasan masa depan. Konten tenang memberi ruang bagi otak untuk “napas”.
Selain itu, konten cozy bikin kita merasa tidak sendirian. Study with me, journaling vlog, atau room ambience memberi sensasi ditemani meski sebenarnya sendiri.
Konten tenang juga merangsang rasa nostalgia. Banyak yang merasa terpanggil emosinya saat mendengar suara hujan atau melihat kamar aesthetic. Ada rasa nyaman yang susah dijelaskan.
Konten ini juga membantu tubuh masuk ke mode istirahat. Suara repetitif dan visual lembut bikin sistem saraf turun tensinya. Buat yang sering anxious, ini jadi semacam self-therapy.
Tapi jangan sampai konten cozy cuma jadi pelarian. Kita tetap perlu mengatasi akar stres dalam hidup. Konten hanya membantu, bukan menyelesaikan.
Pada akhirnya, konten tenang bukan sekadar tren, tapi kebutuhan mental era digital.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: