Momen Bersejarah: Prosesi Jumenengan Paku Buwono XIV di Keraton Solo
Paku Buwono XIV, atau PB XIV, memukau para hadirin dengan busana takwo berwarna magenta saat prosesi jumenengan di Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat pada Sabtu, 15 November 2025.
Baca juga: Menggali Pentingnya Self Love dalam Kehidupan Sehari-hari
Busana tersebut bukan hanya sekadar pakaian, melainkan memiliki makna filosofis yang dalam, mencerminkan sejarah dan tradisi Keraton Solo.
Prosesi jumenengan di Keraton Solo dimulai sekitar pukul 10.45 WIB, dengan PB XIV melangkah anggun keluar dari Kori Kemandungan menuju Siti Hinggil.
Ditemani oleh prajurit keraton, penampilan PB XIV dengan busana takwo berwarna magenta sangat mencolok dan menjadi sorotan di tengah kerumunan.
Busana tersebut dihiasi dengan bordir benang emas di bagian kerah dan ujung lengan, memberi kesan yang megah, sementara keris yang terikat di pinggangnya melambangkan kebesaran.
KRMT Pustokoningrat Restu Budi Setiawan, seorang budayawan dan kerabat Keraton Solo, menjelaskan bahwa busana yang dipakai oleh PB XIV merupakan Ageman Takwo.
Baca juga: Direktur Lokataru Ditangkap: Kontroversi Penghasutan dan Kebebasan Sipil
Busana ini mencerminkan tradisi dan koneksi PB XIV dengan Mataram Islam, menunjukkan identitas serta kebanggaan budaya Jawa.
"Yang dipakai itu bernama ageman Takwo, menggambarkan satu susuhunan tanah Jawa yang merupakan penerus generasi Mataram Islam di tanah Jawa," jelas Restu.
Ia juga menegaskan pentingnya Ageman Takwo dalam menyoal sejarah Keraton Solo sebagai keturunan dari kerajaan besar yang pernah ada di wilayah tersebut.
Menurut Restu, Ageman Takwo adalah salah satu dari tiga jenis busana kebesaran Raja Tanah Jawa, di samping Ageman Dodotan dan Kasenopaten.
"Ketiga busana itu yang pertama adalah ageman Takwo, yang kedua adalah ageman Dodotan, yang ketiga adalah ageman Kasenopaten," ujarnya.
Ageman Dodotan merepresentasikan raja sebagai Prabu Tanah Jawa, sedangkan Kasenopaten melambangkan raja yang juga merupakan petinggi angkatan militer.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: