Kopi: Minuman Sehari-hari yang Bantu Redakan Sembelit
Kopi, minuman kesukaan banyak orang, ternyata tidak hanya meningkatkan kewaspadaan. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa kopi bisa berperan dalam meredakan sembelit, masalah pencernaan yang umum terjadi.
Baca juga: Pemecatan Anggota Polri Terkait Kecelakaan Maut Ojol
Studi yang dipublikasikan dalam BMC Public Health mengungkapkan bahwa konsumsi kopi berkafein dapat merangsang usus besar dan mempermudah proses buang air besar, terutama pada orang dewasa muda.
Konstipasi adalah masalah pencernaan yang memengaruhi jutaan orang di seluruh dunia. Penyebabnya biasanya berkaitan dengan hidrasi yang buruk, rendahnya asupan serat, serta kurangnya aktivitas fisik.
Para ilmuwan kini tengah meneliti bagaimana kafein dalam kopi dapat memberikan dampak positif terhadap motilitas usus. Dalam studi tersebut, ditemukan bahwa asupan kafein yang lebih tinggi berkorelasi dengan risiko sembelit yang lebih rendah.
Hasil analisis menunjukkan bahwa individu dewasa dengan konsumsi kafein tinggi memiliki kemungkinan sembelit 20 hingga 40 persen lebih rendah dibandingkan dengan mereka yang mengonsumsi kafein dalam jumlah sedikit.
Baca juga: Penangkapan ‘Profesor R’ Terkait Aksi Demo Ricuh di Jakarta
Kafein bertindak sebagai stimulan alami pada sistem pencernaan. Saat dikonsumsi, kafein dapat memicu kontraksi pada usus besar, yang dikenal sebagai peristaltik, untuk mendorong feses melalui sistem pencernaan.
Studi dalam BMC Public Health menunjukkan bahwa kopi berkafein memberi respons kolon yang lebih kuat dibandingkan dengan air atau kopi tanpa kafein. Temuan ini mendukung peran kafein dalam meningkatkan aktivitas usus.
Senyawa dalam kopi seperti asam klorogenat juga berperan dalam memperkuat mikrobiota usus, yang penting untuk kesehatan pencernaan. Dengan meningkatkan keseimbangan mikroba, kopi membantu menjaga pergerakan usus tetap sehat.
Para ahli merekomendasikan untuk menjaga konsumsi kopi dalam jumlah moderat, yaitu satu hingga dua cangkir per hari untuk memaksimalkan manfaatnya. Mengonsumsi kopi di waktu yang tepat, seperti di pagi hari atau setelah makan, juga dapat memberikan efek yang lebih baik.
Hidrasi yang baik saat mengonsumsi kopi sangat penting, karena kafein dapat bersifat diuretik. Memadukan kopi dengan cukup air dapat menjaga kelembapan dalam pencernaan.
Kopi yang diseduh dingin lebih disarankan untuk pencernaan dibandingkan espresso yang kental. Menghindari tambahan berlemak seperti krim dan gula juga membantu menghasilkan efek yang lebih positif.
Baca juga: Penyelidikan Penjarahan di Rumah Eko Patrio: Polisi Komitmen Ungkap Pelaku
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: