Satu Santri Meninggal Dunia Diduga Terjang Cacar Monyet di Kepulauan Meranti
Satu santri di Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, dinyatakan meninggal dunia setelah diduga terinfeksi cacar monyet. Kejadian ini melibatkan empat santri yang terinfeksi, di mana dua pasien lainnya saat ini masih dalam pemantauan.
Baca juga: Kasus Brimob Melindas Pengemudi Ojek Online: Menuju Jalur Pidana
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kepulauan Meranti, Ade Suhartian, mengonfirmasi bahwa korban meninggal setelah mendapatkan perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah Meranti.
Satu santri di pesantren di Selatpanjang mengalami gejala serupa cacar monyet sebelum meninggal dunia pada Jumat (19/9/2025) lalu. Menurut Ade Suhartian, gejala yang muncul di antaranya adalah ruam di kulit serta pembengkakan kelenjar getah bening.
Dua pasien lainnya, yang juga menunjukkan gejala serupa, saat ini masih dalam pengawasan dan berstatus sebagai suspek. Penyelidikan epidemiologi serta penelusuran kontak erat telah dilakukan untuk mencegah penyebaran yang lebih luas.
Ade menambahkan, hasil laboratorium dari Pekanbaru masih ditunggu untuk memastikan apakah infeksi tersebut benar akibat cacar monyet. Penanganan cepat dan evaluasi kasus yang ada diharapkan dapat membawa kejelasan dan mengurangi kecemasan masyarakat.
Baca juga: Penangkapan Direktur Eksekutif Lokataru Foundation: Tuduhan Provokasi Anarkis
Bupati Kepulauan Meranti, Asmar, telah mengonfirmasi bahwa laporan terkait adanya empat santri yang terinfeksi cacar monyet adalah benar. Ia mencatat bahwa satu pasien sudah meninggal, satu lainnya masih dirawat, sementara dua santri lainnya sudah dipulangkan.
Dalam menangani kejadian ini, Bupati Asmar telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan dan pihak Rumah Sakit Umum Daerah Meranti agar tindakan yang tepat segera dilakukan. Jika kondisi fasilitas kesehatan lokal tidak memenuhi standar, pasien disarankan untuk dirujuk ke Pekanbaru untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.
Pemerintah daerah juga menghimbau masyarakat untuk tetap tenang dalam menghadapi situasi ini. Masyarakat diingatkan untuk menjaga kebersihan dan segera memeriksakan diri jika merasakan gejala seperti demam, ruam, atau pembengkakan kelenjar.
Pihak Dinas Kesehatan Kepulauan Meranti telah mengambil langkah-langkah preventif untuk mengurangi risiko penyebaran cacar monyet di wilayah tersebut. Salah satu langkah yang diambil adalah melakukan surveilans dan penyuluhan kesehatan kepada masyarakat di sekitar pesantren.
Petugas kesehatan juga telah melakukan vaksinasi di lokasi-lokasi strategis untuk meningkatkan resistensi masyarakat terhadap infeksi. Penekanan pada pentingnya kebersihan dan menjaga kesehatan pribadi menjadi fokus utama dalam mengantisipasi potensi penyebaran virus.
Di tengah berjalannya pemantauan, masyarakat setempat diminta untuk melaporkan setiap gejala yang mencurigakan kepada petugas kesehatan. Hal ini diharapkan dapat mempercepat penanganan dan mencegah kemungkinan adanya kasus baru.
Baca juga: Kunto Aji : Tanggung Jawab Anggota DPR Harus Diterima Seutuhnya
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: